Laman

Jumat, 07 Oktober 2011

Pedagang Pun Kerap jadi Korban Tawuran Siswa SMA 6

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By yugo, okezone.com, Updated: 9/23/2011 2:36 AM

 Pedagang Pun Kerap jadi Korban Tawuran Siswa SMA 6

JAKARTA- Warga dan pedagang di sekitar SMA Negeri 6 Jakarta, Bulungan Jakarta Selatan, mengaku tidak mampu melarang para siswa SMA 6 yang sering melakukan aksi tawuran dengan SMA Negeri 70 Jakarta. Warga saat ini hanya meminta agar para siswa SMA 6 menghentikan tawuran.

Meskipun tawuran terpaksa harus terjadi, warga meminta agar para siswa tak menggunakan batu saat terjadinya tawuran. "Kalau pedagang di sini cuma minta siswa SMA 6 enggak pakai batu saja, karena kita yang kerap menjadi korban," ungkap seorang pegadang di dekat SMA 6 yang enggan disebutkan namanya, Jumat (23/9/2011).

Dia menambahkan, para pedagang takut dengan batu-batu tersebut yang terkadang salah sasaran. "Ya orang-orang sini takutnya nanti malah kita yang kena batu," sambungnya.

Sementara, pria beranak dua ini mengaku, selain batu senjata yang sering digunakan oleh SMA 6 yaitu samurai, klewang, sabuk dengan gear, dan bambu. "Ya pakai sajam pastilah," tutupnya.

Tawuran yang dilakukan SMA 6 kerap terkadi terutama dengan sekolah tetangganya, SMAN 70. Terakhir kali siswa SMA 6 terlibat bentrok dengan wartawan, Senin 19 September 2011, siang.

Saat itu puluhan wartawan media cetak dan elektronik itu sedang melakukan aksi damai. Wartawan menuntut penjelasan dan pertanggung jawaban pihak SMA 6 atas kekerasan dan perampasan kaset yang diterima juru kamera Trans7, Oktaviardi, yang terjadi pada Jumat 16 September 2011, malam.

Saat itu, Oktaviardi sedang menjalankan tugas jurnalistiknya meliput tawuran siswa SMA 6 dengan siswa SMA 70. Mengetahui aksi memalukan tersebut terekam kamera, beberapa orang yang diduga siswa SMA 6 merampas kaset dan memukul Oktaviardi.

Namun, sayangnya, beberapa siswa tidak terima adanya aksi tersebut. Bentrok terjadi, sedikitnya lima orang wartawan menjadi korban luka. Panca Syurkani, wartawan foto surat kabar Media Indonesia mengaku mendapat serangan dari sekira 30 orang berseragam putih abu-abu. Beberapa bagian tubuhnya mengalami luka ringan.

Begitu juga yang dialami Yudhistiro, wartawan foto surat kabar Seputar Indonesia. Bahkan pria berperawakan tinggi ini harus dibawa ke Rumah Sakit Pusat Pertamina karena mengalami pemukulan dengan benda tumpul di bagian kepala.


View the original article here

Tidak ada komentar:

Posting Komentar