
MEDAN - Puluhan mahasiswa menggelar aksi simpatik dengan menyalakan lilin di Bundaran Majestik, Jalan Gatot Subroto, Medan, Sumatera Utara, Sabtu (15/10/2011) malam.
Aksi ini dilakukan untuk mengecam bentrokan antara kepolisian dengan karyawan PT Freeport di Terminal Gorong-gorong Timika, Papua, Senin lalu, yang memakan korban jiwa.
Koordinator Aksi, Darwin Syah menuding, tewasnya Petrus Ayamiseba, merupakan wujud arogansi pihak kepolisian yang lebih mementingkan kepentingan perusahaan dibanding karyawan yang saat itu melakukan aksi unjuk rasa menuntut kenaikan gaji dari perusahaan milik Amarika Serikat itu.
Sementara tiga orang lain yang tewas ditembak orang tak dikenal, dianggap sebagai dampak arogansi pihak kepolisian pada sehari sebelumnya.
"Kita kecewa dengan pihak kepolisian. Mereka tidak pernah berpihak pada rakyat, mereka itu antek-antek kapitalis yang bisanya main tembak," kata Darwin di lokasi.
Atas kejadian tersebut, mahasiswa mendesak pemerintah bertanggung jawab atas kematian para korban. Mereka juga meminta pemerintah melalui Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi segera merealisasikan tuntutan buruh yang meminta kenaikan gaji.
Aksi massa yang berlangsung selama hampir satu jam ini, sempat menganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi. Aksi tersebut juga mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar