
TIMIKA _ Pengamanan di pusat perkantoran dan perumahan karyawan PT Freeport Indonesia, Kuala Kencana, semakin diperketat. Hal ini diberlakukan menyusul penembakan terhadap mobil patroli dengan nomor lambung RP SA 11 milik Freeport, kemarin, yang menewaskan 3 orang dan melukai 4 orang lainnya.
Jenazah ketiga korban rencananya akan dievakuasi ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, sore ini. Menurut pantauan di lapangan, penyerangan bersenjata oleh orang tak dikenal kemarin tak menghentikan aksi mogok ribuan karyawan Freeport di jalan utama menuju areal pertambangan. Mereka masih berkumpul di lokasi, hingga arus lalu lintas harus dialihkan ke jalan Freeport lama.
Seluruh kendaraan yang keluar masuk ke Kota Kuala Kencana diperiksa oleh petugas keamanan internal Freeport. Sementara di sisi jalan terlihat satu unit Panser dari Detasemen Kavaleri 3 Timika. Sejumlah anggota TNI dan Brimob bersenjata lengkap juga terlihat bersiaga di sisi pos jaga.
Di tempat ini juga tersedia sejumlah bus perusahaan yang siap mengangkut pekerja yang akan berangkat ke tempat kerja di Tembagapura. Berbeda dengan hari kerja umumnya, Kota Kuala Kencana pada Sabtu siang tampak lengang. Namun, sesekali melintas patroli Satgas Amole atau satgas pengamanan objek vital nasional PT Freeport dengan mobil serta kendaraan lapis baja.
Sementara itu, suasana di klinik Mandiri, di mana jenazah 3 korban penyerangan kelompok bersenjata di Tanggul Timur disemayamkan, tampak dijaga beberapa anggota polisi bersenjata lengkap. Rencananya jenazah Yana Taryana, Deden, Lip Abdulromat akan dikirim dengan pesawat Airfast ke Jakarta untuk diauotopsi sore ini.
Sopir mobil L 300 yang ditembaki dan dibakar kemarin, Nasep Risza Rahman, yang menderita luka tembak di kaki sudah mendapat perawatan di RS Tembagapura.
Selain keempat korban tersebut, 2 korban penembakan dari mobil Satgas Amole SA RP-11 yang diserang saat mencoba mendekati lokasi penyerangan kendaraan L 300 masih dirawat di klinik Kuala Kencana. Kedua orang tersebut adalah Roy Maleke, anggota security risk management PT Freeport yang tertembak di tangan kiri dan kaki kiri serta Pratu Tobias, anggota Yonif 754 Eme Neme Kangasi yang tertembak di tangan kiri.
Sejauh ini, belum ada penjelasan dari aparat kepolisian terkait penembakan kelompok bersenjata tidak dikenal di Tanggul Timur kemarin sore.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar