Laman

Sabtu, 22 Oktober 2011

Ancaman Hengkang PKS dari Koalisi Hanya 'Gertak Sambal'

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By yugo, okezone.com, Updated: 10/15/2011 4:01 AM

Ancaman Hengkang PKS dari Koalisi Hanya 'Gertak Sambal'

JAKARTA- Ancaman politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk keluar dari koalisi dinilai hanya sebatas gertak sambal. Pernyataan bernada ancaman yang belakangan dilancarkan politikus PKS terkait reshuffle takkan direalisasikan.

"Kalau gertakan seperti ancaman, keluar dari koalisi direalisasikan maka akan merugikan prospek perolehan suara PKS di 2014, jadi saya kira ini hanya gertak sambal," kata pengamat politik Charta Politika, Arya Fernandez kepada okezone, Jumat (14/10/2011).

Arya menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat PKS takkan berani keluar dari koalisi. Partai peraih 7,3 persen suara di pemilu 2009 itu, masih sangat membutuhkan koalisi untuk mengumpulkan logistik menjelang pemilu 2014. " Bila PKS berada di luar pemerintahan mereka tentunya tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan publikasi gratis, mendapat ekspose dari media dan perlu diingat citra oposisi itu sudah dimiliki oleh PDIP, jadi tidak mungkin berani," kata Arya.

PKS, sebelumnya kerap mengancam akan hengkang dari koalisi bila menterinya di KIB II dicopot presiden SBY. Terakhir, Wakil Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq mengakui adanya usulan sejumlah elite agar PKS keluar koalisi bila salah satu menteri yang duduk di kabinet terkena reshuffle.

"Ada yang mengusulkan itu tapi yang namanya keputusan politik bukan based on orang per orang tapi diputuskan majelis syuro," kata Mahfudz.

Menurut dia usulan itu mengemuka dalam rapat dewan pimpinan pusat (PKS) dua hari lalu. Namun, Mahdfudz menegaskan partainya belum memutuskan sikap terkait keberadaan di koalisi parpol pendukung pemerintah.

"Ya ada 10 orang, sepuluh pendapat itu biasa saja. Tapi kalau kebijakan politik di PKS itu diambil oleh majelis syuro terkait dengan penempatan menteri di pemerintah terkait posisi koalisi adanya keputusan di majelis syuro," tegas dia.

Di Kabinet Indonesia Bersatu II terdapat empat menteri asal PKS yakni Menteri Pertanian Suswono, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri dan Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata.


View the original article here

Tidak ada komentar:

Posting Komentar