
MOJOKERTO - Warga Kelurahan Suratan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Jawa Timur, menangkap seorang pemuda di salah satu kamar kos perempun pada Kamis 22 September malam.
Warga menangkap pemuda tersebut lantaran kumpul kebo dengan pasangannya dan mengaku sebagai anggota Marinir. Pengakuan palsu itupun menyeretnya ke kantor polisi.
Sumardi, Ketua RT 02/03, Kelurahan Suratan, mengaku penggerebekan yang dilakukan warga sekira pukul 21.30 WIB itu dilakukan lantaran keresahan atas ketidakjelasan status antara Doni Mirza Arif Pratama (19), dengan pasangannya, Nova Wahyu Widiawati (18), yang tinggal di kamar kos yang sama.
Warga menduga mereka adalah pasangan kumpul kebo. "Keduanya sudah ngekost selama sebulan," ungkap Sumardi.
Saat warga mendatangi kamar kos pasangan ini, Doni mulai tampak gelagapan. Dia kerap kali berkelit saat ditanyai identitas resminya berupa KTP.
Dalam identitas kependudukan itu, status Doni belum menikah dan masih mengenyam pendidikan di bangku kuliah. "Dia ngaku sudah kawin siri dengan pasangannya itu. Tapi kami tak percaya," ungkapnya.
Karena merasa terpojok, Doni menggunakan jurus sakti untuk menakut-nakuti warga. Pemuda yang memang berbadan tegap itu mengaku anggota Marinir di Surabaya.
Warga yang tak begitu saja percaya lantas meminta Kartu Tanda Anggota (KTA) yang dikeluarkan institusi militer. "Dia berkelit, katanya KTA masih dalam proses dan belum jadi," tukasnya.
Pengakuan Doni ini sempat membuat warga keder. Untuk mematikan apakah Doni adalah anggota Marinir, warga mencoba menghubungi anggota Garnisun.
Dua anggota yang datang di lokasi kejadian memastikan jika Doni adalah Marinir gadungan. Warga yang geram lantas membawa Doni ke Mapolresta Mojokerto untuk mempertanggungjawabkan pengakuan palsunya. Malam itu pun, Doni harus menjalani pemeriksaan dari kepolisian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar