
JAKARTA- Proses reshuffle yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai terlalu berlebihan dan terkesan seperti dagelan politik.
"Proses reshuffle ini terlalu ribet seperti Idol. Semua orang dipanggil ke Cikeas. Dan kondisi ini membuat SBY bingung sehingga muncul untuk menambah wakil menteri," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane saat dihubungi okezone, Minggu (16/11/2011).
Menurut Neta, dengan adanya proses reshuffle yang berlebihan seperti itu tanpa tidak disadari SBY sedang mempertontonkan dagelan politik yang tujuannya untuk pencitraan.
"Ini juga menunjukan lemahnya data intelijen mengenai tokoh-tokoh di era pemerintahan SBY. Sebab dengan adanya data yang kuat itu seharusnya SBY tak perlu memperumit proses reshuffle ini," tegasnya lagi.
Tidak hanya itu saja, Neta juga menjelaskan seharusnya yang perlu dibenahi adalah di bidang hukum mulai dari tingkat menteri, kepolisian dan kejaksaan. SBY seharusnya melakukan evaluasi dan jika perlu dilakukan pergantian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar