
DEPOK _ Pascareshuffle kabinet yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), banyak kalangan berharap pemerintah mampu mengatasi segala permasalahan disisa waktu kepemimpinan SBY _ Boediono.
Peneliti Kajian Budaya Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati mengatakan dengan adanya reshuffle kabinet bukan lantas membuat kritik terhadap pemerintah berhenti. Kritik yang sebelumnya kerap keluar dari tokoh agama tetap diperlukan.
"Presiden harus mampu membuka diri. Tokoh lintas agama itu kan wajar, itu penting untuk terus digaungkan mengontrol pemerintah, pemerintah perlu diingatkan," kata dia kepada okezone, Kamis (20/10/2011).
Tidak hanya tokoh agama, lanjutnya, masyarakat juga harus semakin membuka mata melihat kinerja pemerintahan SBY di sisa tiga tahun masa jabatannya. Dengan kabinet yang baru, Devie berharap, pemerintah segera merumuskan apa yang harus dilakukan.
Drama yang dipertontonkan oleh SBY dalam menentukan menteri _ menterinya kini sudah selesai. Selanjutnya, kata dia, hanya tinggal melihat dan menunggu kinerja para menteri.
"Banyak para pengamat lelah dengan cara Presiden SBY yang melakukan setting para pembantunya, dalam konteks pendidikan politik itu bentuk demokrasi baru, pembantu yang tidak betul kinerjanya, penting untuk diganti," cetusnya. (tri)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar