
JAKARTA - Adanya dualisme kepemimpinan di Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang berlarut-larut dinilai akan membuat konsentrasi organisasi kepemudaan tersebut terhadap isu nasional menjadi terbengkalai.
Calon Ketua Umum DPP KNPI SJ Arifin mengatakan konsentarsi KNPI terkait dengan pembahasan masalah perbatasan Indonesia menjadi terbengkalai karena konflik internal.
"Sebenarnya kita sedang berkonsentrasi masalah perbatasan tapi karena ada konflik dualisme kepemimpinan maka energi tersedot kesana,"kata SJ Arifin dalam pesan elektronik yang diterima Okezone, Minggu (16/10/2011).
Menurut Wasekjen DPP KNPI tersebut, dirinya berharap KNPI dapat kembali mengelola organisasi kepemudaan agar terjadi harmonisasi di internal organisasi. Karena masalah kepemudaan harus jelas arah dan tujuannya.
"Kita butuh organisasi kepemudaan dan keragaman dari segala hal. Kita butuh forum dan lembaga KNPI ini karena tidak mengurus satu hal saja beda dengan HMI, PMII, GMNI dan lainnya. Di KNPI banyak keberagaman didalamnya dan keberadannya sangat strategis,"jelas Arifin.
Salah satu isu nasional yang perlu dikedepankan oleh KNPI adalah masalah perbatasan. Sebab, sebagai bangsa berdaulat, garis-garis tapal batas dengan negara lain harus dipertegas kembali.
"Faktanya terabaikan, dan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bisa melakukan pembangunan karena ini lebih urgen. Dengan banyaknya event diperbatasan dan mempercantik serta memperkuat,"tambahnya.
Isu yang mengikat kebersamaan seperti pluralisme dan kewirausahaan tidak luput dari perhatian Arifin. Menurutnya, generasi muda butuh kemampuan kewirausahaan dalam membangun basis ekonomi kepemudaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar