
MAKASSAR - Zainuddin (28), seorang warga sipil, tewas setelah kepalanya tersambar baling-baling pesawat terbang milik Sabang Merauke Raya Air Charter, PKZ AQ Cessna 212 di runway 13 Bandar Udara Lama Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, pagi tadi.
Pihak Angkasa Pura lantas menyelidiki bagaimana Zainuddin bisa berada di runway 13, yang seharusnya steril dari warga sipil. Hingga kini kronologis pasti kecelakaan ini masih kurang jelas.
"Saat ini telah dibentuk tim investigasi untuk menyelidiki penyebab terjadinya peristiwa tersebut," ujar General Manager Angkasa Pura I Rahman Syafri, kepada wartawan di Makassar, Sabtu (15/10/2011).
Meski pihak bandara mengaku telah menetapkan sistem keamanan ketat di area bandara, namun pihak Angkasa Pura belum bisa menjelaskan mengapa Zainuddin bisa berada di runaway.
Rahman menjelaskan, kejadian bermula ketika Kapten Pilot Wahyudi dan Kopilot Syamsu Rizal hendak menjalani pelatihan guna menjaga kecakapan mereka. Namun, saat tengah menunggu perintah dari menara pengawas (Air Traffic Control), tiba-tiba mereka mendengar suara 'buggg' dari sebelah kanan baling-baling pesawat.
Keduanya lantas memeriksa sumber bunyi tersebut dan mendapati Zainuddin terkapar di bawah baling-baling dengan kondisi kepala luka parah. "Pesawat ini sedang melakukan latihan local training untuk menjaga performance pilot dan kopilot, izin training sudah ada pada otoritas bandara serta Angkasa Pura," kata.
Dia menambahkan, jenazah Zainuddin baru dievakuasi ke RS Bhayangkara pada pukul 08.30 Wita. Guna menyelidiki insiden tersebut, Angkasa Pura I telah membentuk tim investigasi yang beranggotakan otoritas bandara Sultan Hasanuddin, Dirjen Perhubungan Udara, dan pengawas penerbangan. Mereka telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa dua saksi, Adi Mulyadi dan Syahrul, yang merupakan petugas keamanan bandara.
Akibat kejadian ini, rencana latihan Wahyudi dan Syamsu dibatalkan. Keduanya juga dimintai keterangan oleh tim investigasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar