Laman

Jumat, 21 Oktober 2011

Sebanyak 16 Wakil Menteri Akan Bantu KIB II

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By dede.suryana, okezone.com, Updated: 10/16/2011 3:37 AM

Sebanyak 16 Wakil Menteri Akan Bantu KIB II

JAKARTA - Sejumlah perubahan terus dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelang perombakan kabinetnya. Selain menambah enam calon wakil menteri (cawamen) dan menggeser dua wamen, Presiden juga mengubah nomenklatur dua kementerian.

Dengan Penambahan enam cawamen, dipastikan bakal ada 16 wamen yang membantu Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Pada hari ketiga berkantor di kediamannya di Puri Cikeas, Sabtu (15/10/2011), Presiden SBY kembali memanggil enam cawamen.

Mereka adalah Mahendra Siregar, Mahmuddin Yasin, Bayu Krisnamurthi, Eko Prasojo, Wiendu Nuryanti, serta Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan.

Mahendra, yang saat ini berstatus wakil menteri perdagangan (Wamendag) digeser menjadi wakil menteri keuangan (wamenkeu), sedangkan Bayu yang semula wakil menteri pertanian (wamentan) digeser menjadi wamendag.Yasin yang saat ini menjabat sekretaris di Kementerian BUMN ditawari sebagai wamen BUMN, Eko Prasojo ditawari wakil menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi.

Adapun Rusman Heriawan ditugasi wamentan, menggantikan Bayu. Penunjukan Mahendra sebagai wamenkeu memastikan Kementerian Keuangan memiliki dua wamen, seperti halnya Kemendiknas. Sebagai catatan, saat ini, Kemenkeu telah memiliki satu wakil menteri, yakni Anny Ratnawati. Dengan tambahan enam cawamen, berarti KIB II akan diperkuat oleh 16 wamen.

Dari 16 wamen yang ada, enam cawamen menempati pos baru, yakni Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti, Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwandar, Wakil Menteri BUMN Yasin, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Bidang Pendidikan Musliar Kasim, Wakil Menteri Pendidikan Nasional Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti, serta Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Eko Prasojo.

Banyaknya anggota wamen yang memperkuat KIB II tersebut dikritik banyak pihak karena dinilai tidak efektif dan hanya membebani anggaran. Pasalnya, kinerja 10 wamen yang ada saat ini saja dianggap tidak cukup memberikan dampak signifikan. Namun kritikan tentu dibantah Julian.

"Tidak seperti itu. Kementerian butuh satu penanganan yang lebih baik di internal. Para wamen ini diharapkan mencegah kebocoran anggaran atau efisiensi di dalam penggunaan anggaran," ujar Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha.


View the original article here

Tidak ada komentar:

Posting Komentar