
MALANG - Ilham, bocah enam tahun yang terbakar karena dipasung di kamarnya, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Jawa Timur. Keluarga menolak kaki Ilham diamputasi.
Kaki kiri Ilham hangus terbakar hingga kaku. Yang mengenaskan, rantai yang digunakan untuk mengikat korban masih terpasang di kaki kiri. Rantai sulit dilepas setelah terbakar.
Syaiful, paman Ilham, Rabu (19/10/2011), mengatakan keluarga menolak rencana rumah sakit yang berencana mengamputasi kaki anak itu dengan alasan akan menghambat masa depannya. Dia berharap rumah sakit memiliki alternatif lain selain amputasi.
Seperti diketahui Ilham ditemukan kritis di kamar rumahnya dalam kondisi terbakar. Dia dipasung ayahnya Suhaebi (36) karena hiperaktif.
Dia dipasung karena tidak ada anggota keluarga lainnya yang bisa terus mengawasinya. Suhaebi harus bekerja mencari nafkah dengan menarik becak sementara dua kakak korban sekolah.
Suhaebi mengaku terpaksa memasung karena korban kerap bermain di tempat berbahaya. Bahkan Ilham sudah beberapa kali terancam nyawanya, dia nyaris tenggelam dan ditabrak mobil.
Namun keputusan Suhaebi ternyata juga mengancam nyawa anaknya. Ilham tidak bisa melarikan diri saat api melalap kamarnya pada Senin 17 Oktober lalu. Korban kali pertama ditemukan kakaknya Taufik dalam kondisi tidak berdaya. Kaki kirinya kaku hangus terbakar. Selain itu punggung hingga kaki kanan melepuh terbakar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar