
JAKARTA - Sadar wilayahnya jadi langganan banjir, DKI Jakarta mencadangkan dana sebesar Rp5 miliar guna biaya operasional penanganan banjir dan pengadaan kesiapan peralatan untuk menangani banjir.
Dana tersebut diambil dari pos anggaran cadangan dalam APBD DKI 2011 yang dimiliki Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI sebesar Rp12 miliar.
"Artinya kami siap menghadapi banjir di Ibu Kota, bila kejadian banjir seperti tahun 2007 terulang," ujar Kepala Bidang Pemeliharaan Sumber Daya Air Dinas PU DKI Jakarta, Tarjuki, kepada wartawan di kantornya, Jumat (23/9/2011).
Kesiapan sarana dan prasarana pengendali banjir yang sudah dimiliki Dinas PU, di antaranya terdiri dari 344 pompa pengendali banjir, 55 lokasi waduk pengendali banjir, 93 unit pintu air pengendali banjir, 51 lokasi posko piket pengendali banjir, tujuh titik pantau sistem peringatan dini, 17 lokasi penakar curah hujan, 26 situ dan waduk retensi, 47 lokasi polder, 442 kilometer saluran makro dan sub makro, serta 1.537 kilometer saluran penghubung dan mikro.
Selain itu dalam hal kesiapan personel, Dinas PU akan menerjunkan total 646 orang yang bertugas mulai dari tingkat provinsi hingga kecamatan.
"Semuanya ini siap siaga untuk menyedot air di kawasan banjir, sehingga bisa cepat dialirkan ke sungai atau laut," pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar