
JAMBI - Staf Khusus Presiden Bidang Otonomi Daerah Velix Wanggai memastikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II sebelum 20 Oktober 2011.
"Dua tahun adalah waktu yang cukup untuk melakukan mid-term review atas kinerja pemerintahan. Dalam tiga tahun tersisa, pemerintahan Presiden SBY diharapkan dapat lebih fokus bekerja mewujudkan visi dan misi pembangunan yang lebih baik," ungkap Velix saat dihubungi, Jumat (24/9/2011) kemarin.
Dia mengungkapkan, saat Pembukaan Munas IX Persatuan Tarbiyah Islamiyah di Jambi Kamis (22/9) malam, Presiden SBY dengan resmi, terbuka, dan untuk pertama kalinya menegaskan akan menata jajaran KIB II sebelum 20 Oktober.
Reshuffle ini, kata Presiden, dilandasi pertimbangan "the right man on the right place". Menjelang pekan terakhir September, sejumlah nama kembali muncul di bursa calon menteri. Sekjen DPP PPP Romahurmuziy dikabarkan menjadi kandidat kuat pengganti Suharso Monoarfa sebagai Menteri Perumahan Rakyat.
Sekjen DPP Partai Golkar Idrus Marham kemungkinan menduduki pos menteri Pemuda dan Olahraga menggantikan Andi Malarangeng. Aktivis buruh Andi Gani Nena Wea yang juga Ketua Umum Federasi Serikat PekerjaNiaga, Bank Jasa dan Asuransi dikabarkan mengisi posisi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Sharif Cicip Sutarjo diyakini tetap menjadi kandidat utama pengganti Agung Laksono sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat.
Nama lain yang dikabarkan juga akan tergusur dari KIB II adalah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh. Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengakui, ada menteri bidang ekonomi yang masuk gerbong pergantian dan rotasi.
"Menko memberi masukan kepada Presiden. Jadi Presiden tahu bila ada menteri yang absen dalam rakor perekonomian," ujar Hatta di Kantor Kepresidenan, Jakarta. Menteri ESDM ada di bawah koordinasinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar