Laman

Sabtu, 08 Oktober 2011

Banjir Masih Menjadi Bahaya Laten di Ibu Kota

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By m.syaifullah, okezone.com, Updated: 9/23/2011 9:13 AM

Banjir Masih Menjadi Bahaya Laten di Ibu Kota

JAKARTA - Warga ibu kota tetap harus waspada karena ancaman bencana banjir masih terus mengintai di masa-masa yang akan datang.

"Banjir tidak bisa hilang. Kalau orang mau pimpin Jakarta bilang banjir bisa hilang, artinya dia tidak memahami kondisi Jakarta," ujar Kepala Bidang Pemeliharaan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, Tarjuki, saat ditemui di kantornya, Jumat (23/9/2011).

Dijelaskan Tarjuki, kapasitas prasarana pengendali banjir di Jakarta relatif kecil. Karenanya, bila dihantam hujan lebat maupun hujan ringan dalam durasi waktu lama, Jakarta tetap berpotensi dilanda banjir.

Lantas, kenapa tidak diperbesar?

Tarjuki mengatakan, dalam pengaturan tata ruang DKI Jakarta, jatah ruang untuk prasarana pengendali banjir sebenarnya sudah diperuntukkan sebesar 8 persen. Meski tergolong kecil dibandingkan di Belanda yang diatur sebesar 20 persen, namun menurutnya jika telah terpenuhi semua Jakarta sebenarnya sudah bisa dikatakan aman dari banjir, diprediksi hingga puluhan tahun ke depan.

Sayangnya, aku Tarjuki, baru 2,5 persen bagian prasarana pengendali banjir yang telah terealisasi. "Kalau dibuat langsung besar, lahan kita habis, biayanya besar, kanal banjir timur yang seperti itu saja hanya menyumbang 0,4 persen bagian," tegasnya.

Sejalan dengan prakiraan BMKG seputar cuaca DKI Jakarta yang sedikit curah hujan hingga November mendatang, dia mengatakan, DKI Jakarta juga diprediksi "aman" dari banjir pada kurun waktu tersebut.

"Cukup hingga November aman, airnya masih di bawah kapasitas prasarana pengendali banjir, tapi sekira Desember, Januari, dan Februari belum bisa dijamin," ungkapnya.

Sadar wilayahnya jadi langganan banjir, Pemprov DKI mencadangkan dana sebesar Rp5 miliar guna biaya operasional penanganan banjir dan pengadaan kesiapan peralatan untuk menangani banjir.

Dana tersebut diambil dari pos anggaran cadangan dalam APBD DKI 2011 yang dimiliki Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI sebesar Rp12 miliar. "Artinya kami siap menghadapi banjir di Ibu Kota, bila kejadian banjir seperti tahun 2007 terulang," ujar Tarjuki.

Kesiapan sarana dan prasarana pengendali banjir yang sudah dimiliki Dinas PU, di antaranya terdiri dari 344 pompa pengendali banjir, 55 lokasi waduk pengendali banjir, 93 unit pintu air pengendali banjir, 51 lokasi posko piket pengendali banjir, tujuh titik pantau sistem peringatan dini, 17 lokasi penakar curah hujan, 26 situ dan waduk retensi, 47 lokasi polder, 442 kilometer saluran makro dan sub makro, serta 1.537 kilometer saluran penghubung dan mikro.

Selain itu dalam hal kesiapan personel, Dinas PU akan menerjunkan total 646 orang yang bertugas mulai dari tingkat provinsi hingga kecamatan.


View the original article here

Tidak ada komentar:

Posting Komentar