
PADANG - Selain Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dua kabupaten lainnya juga dilanda banjir akibat curah hujan yang tinggi dalam dua hari terakhir. Dua kabupaten tersebut adalah Kabupaten Pasaman Barat dan Padang Pariaman.
Koodinator Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Sumatera Barat, Ade Edwar mengatakan, sebanyak 322 unit rumah di Nagari Sasak, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pasaman Barat terendam air sejak Kamis 3 November kemarin.
"Air menggenangi rumah warga dengan kedalaman 60 cm sampai 1 meter, daerah yang terkena banjir itu terletak di Kampung Nelayan, Pasa Tangah, Pangka Pondok dan Karambie Ampek," kata Ade saat dihubungi okezone, Jumat (4/11/2011) malam.
Banjir ini membuat sekira 100 warga mengungsi di rumah saudara mereka yang tidak terkena banjir, sementara sebagian warga lagi memilih tinggal dirumahnya yang tidak terlalu tinggi tergenang air. "Sampai belum ada korban yang hilang," imbuhnya.
Sementara itu di Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 70 unit rumah juga ikut tergenang di Kecamatan Ulakan Tapakis setinggi 50 sentimeter hingga satu meter.
"Dalam laporan BPBD Padang Pariaman, mereka menyiagakan personel dan peralatan untuk evakuasi bersama Tim Search and Rescue (SAR) dan pihak terkait, jika banjir terus berlangsung," pungkasnya.
Menurutnya, banjir tersebut disebabkan oleh dua pertemuan arus air satu dari darat akibat curah hujan yang tinggi, sedangkan yang satunya terjadi pasang air laut. Debit air yang tidak mengalir ke laut dan mengakibatkan luapan air semakin tinggi inilah penyebab banjir tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar