
JAKARTA - Sampai saat ini, pihak kepolisian yang berada di Papua masih terus mengusut siapa di balik penyerangan bersenjata di Papua. Pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar mengatakan lambatnya pihak kepolisian dalam melakukan pengusutan menunjukkan ketidakprofesionalan mereka.
"Kan kalau profesional harusnya polisi memanfaatkan intelijen, tanya tanya kepada masyarakat sekitar, mencari tahu keberadaan kelompok tersebut apakah benar kelompok bersenjata itu merupakan kelompok OPM atau kelompok separatis biasa," ujar Bambang kepada Okezone yang dihubungi Jumat malam (11/11/2011).
Seperti yang pernah dikatakan oleh Kadiv Humas Mabes Polri Saud Usman Nasution, salah satu alasan lambatnya pencarian kelompok bersenjata tersebut antara lain adalah medan yang sulit, yaitu berada di atas bukit maupun hutan dengan suhu cuaca dingin, sehingga anggota kepolisian kewalahan dalam melakukan pengejaran.
Menurut Bambang, medan sulit tidak bisa dijadikan sebagai alasan lambatnya pencarian kelompok bersenjata tersebut oleh kepolisian.
"Untuk alasan medan sulit, kalau namanya profesional apa pun harus ditempuh. Seperti contohnya densus 88, kan teroris ada dimana-mana tapi mereka secara profesional bisa mencari keberadaan teroris itu," imbuh Bambang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar