Laman

Selasa, 29 November 2011

Tak Ada Teroris, Hutan Kota UI Hanya Dihuni Petani Karet

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By dhani, okezone.com, Updated: 11/15/2011 8:02 AM

Tak Ada Teroris, Hutan Kota UI Hanya Dihuni Petani Karet

DEPOK _ Hutan Kota Universitas Indonesia (UI) disinyalir menjadi tempat latihan teroris. Dugaan tersebut muncul setelah ditemukannya senjata api diduga milik teroris di Hutan Kota UI oleh tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri akhir pekan lalu.

Saat Okezone menelusuri hutan kota tersebut, tak ada tanda_tanda rumah penduduk sejak masuk dari luar portal di belakang lapangan futsal Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UI. Jalan setapak yang dilewati antara pohon_pohon tua dan tinggi besar sedikit becek, apalagi jika hujan turun.

Di tengah perjalanan, hanya ada suara satwa melata ataupun katak dikelilingi pohon akasia, karet dan meranti. Di jalan setapak yang terbuat dari tanah terdapat jejak sepeda motor.

Benar saja, sekira 300 meter berjalan ke dalam, terdapat sebuah rumah yang didiami oleh sepuluh petani karet. Seluruhnya pria dan biasa keluar masuk hutan kota untuk mencari karet, terkadang menggunakan sepeda motor.

Jalan ke arah rumah petani karet pun bercabang. Ke sebelah kiri, yakni jalan menuju danau di depan Fakultas Ekonomi (FE). Sementara jika lurus, jalan menuju rumah petani akan keluar ke arah Wisma Makara.

Di tengah hutan, tak ada sisa_sisa api unggun, meskipun hutan tersebut tergolong besar dan memadai jika digunakan oleh mahasiswa untuk duduk_duduk atau sekedar berkumpul. Terdapat pula bangku pohon yang sudah tumbang dan bisa digunakan sebagai tempat duduk ataupun sekedar merumput.

Hal itu dibenarkan oleh komunitas petani karet yang tak mau disebutkan namanya. Mereka membenarkan sejumlah mahasiswa seringkali hilir mudik melewati hutan tersebut.

"Yang melewati hutan ini banyak macamnya, dari mulai mahasiswa sampai warga, ada yang memancing, atau sekedar lewat, tetapi kalau katanya ada Densus datang kami tidak tahu, apalagi kalau hutan ini dijadikan tempat untuk latihan teroris, kami tak pernah dengar ada letusan senjata, kami hanya menyadap pohon karet," tutur petani karet yang berasal dar Palembang, Sumatra Selatan ini.

Para petani karet ini menuturkan sejak kemarin terdapat beberapa polisi berpakaian preman yang masih mendatangi lokasi tersebut untuk memperoleh informasi. Selain itu, banyak juga wartawan yang datang ke lokasi tersebut.


View the original article here

Tidak ada komentar:

Posting Komentar