
JAKARTA- Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat tentang larangan pemasangan baliho iklan yang menampilkan perempuan seksi menuai kritikan.
"Kenapa baru sekarang ada larangan tersebut? Ini yang menjadi pertanyaan," tanya politikus PDIP, Rieke Dyah Pitaloka kepada okezone, Jumat (11/11/2011).
Rieke menilai, kebijakan tersebut kurang tepat untuk diterapkan saat ini. "Saya sih tidak menilai salah atau benar, tapi menurut saya gimana ya? Agak aneh saja," katanya.
Anggota DPR Komisi IX tersebut menegaskan, Pemkot Depok sebaiknya mengurusi hal-hal yang lebih penting, seperti masalah kesehatan, dan pengentasan kemiskinan. "Lebih baik Pemkot memberikan akses kesehatan pasien. Apalagi saat ini wabah hepatitis A sedang melanda Depok," katanya.
Disarankan Rieke, daripada melarang baliho bergambar perempuan seksi ada baiknya, Pemkot Depok menyoroti penghasilan dari pemasangan baliho-baliho tersebut. "Apakah penghasilan dari Baliho tersebut benar-benar digunakan untuk publik atau tidak," katanya.
Seperti diberitakan, Pemkot Depok melarang iklan yang menampilkan perempuan seksi dipajang di baliho di seluruh sudut kota. Kategorinya, iklan tersebut menampilkan perempuan seksi yang mengumbar aurat atau mengenakan baju terbuka.
Kepala Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Distarkim) Nunu Heriyana mengatakan pihaknya sudah menurunkan paksa iklan yang menampilkan perempuan berpose tidak senonoh. Salah satunya iklan deodorant yang menampilkan ketiak wanita di Jalan Margonda.
"Pelarangan iklan tak religius tersebut sesuai visi dan misi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Depok 2011-2016. Di mana visinya adalah mewujudkan SDM unggul, kreatif, dan religius. Untuk mewujudkan SDM religius itu, pemerintah mulai melarang iklan berbau pornografi," katanya.
Selain itu, tak hanya Rieke, sejumlah warga pun mengkritik kebijakan tersebut. "Maaf,saya tidak sependapat, aneh-aneh saja, itu semua tergantung yang melihat. Kalau enggak punya pikiran macam-macam ya enggak pengaruh dong. Cuma ketiak saja dimasalahin. Kalau semakin ditutupin, semakin orang akan penasaran," kata seorang pembaca okezone, menanggapi larangan tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar