
JAKARTA _ Mabes Polri hingga saat ini belum memperoleh informasi lengkap dalang penembakan di kongres Papua. Tim masih bekerja menelusuri siapa penembak gelap itu.
"Yang jelas ada yang melakukan penembakan di situ," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Irjen Saud Usman Nasution, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (11/11/2011).
Dia juga belum menyimpulkan apakah pelaku penembakan dilakukan Kepolisian atau ada pihak ketiga. "Belum bisa disimpulkan, semua akan dibuktikan setelah penyelidikan selesai," jawab Saud.
Apakah itu dilakukan oleh polisi atau pihak ketiga, harus ada penyesuaian, misalnya dengan proyektil, selongsong dan itu yang masih diselidiki.
Mengenai temuan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) soal pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) dalam pengamanan di Papua, Mabes Polri mengapresiasi temuan itu.
Tapi, perlu diketahui polisi juga telah menurunkan tim investigasi guna memperoleh data dan masih belum mengamini apa yang dikatakan KontraS tentang pelanggaran HAM yang ada di Papua.
"Kita berterimakasih atas temuan KontraS itu. Tim kita juga tetap lakukan investigasi di lapangan. Tapi kalau kita lihat dari permasalahannya, kita enggak mau berpolemik," tuturnya.
Dijelaskan Saud, kasus di Papua beberapa waktu lalu adalah tindakan makar. Pelaksanaan kongres tersebut, katanya, tidak ada laporan ke Polda Papua dan itu melanggar UU no 9 tahun 1998, dimana wajib memberitahukan pada pihak Kepolisian setempat jika ada kegiatan, perkumpulan dengan jumlah yang massa banyak.
Sebelumnya, Komnas HAM, dalam laporan investigasinya menyebutkan, selain kekerasan psikis berupa makian dan hinaan, ditemukan pula pelanggaran terhadap hak atas rasa aman dan hak milik.
Komnas mencatat, terjadi perusakan dan perampasan atas 11 buah laptop, 3 printer, 16 telepon seluler, 5 buah kamera digital, uang puluhan juta, 3 buah motor dan 3 buah mobil.
Selain itu, hasil investigasi mengungkapkan adanya perampasan hak hidup yaitu pembunuhan terhadap Demianus Daniel Kadepa (23), Yakobus Samonsabra (48) dan Max Asa Yeuw (33). Polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar