Laman

Senin, 14 November 2011

Gelar Aksi Solidaritas, Ansor Nyaris Bentrok dengan Polisi

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By dede.suryana, okezone.com, Updated: 11/4/2011 7:25 AM

Gelar Aksi Solidaritas, Ansor Nyaris Bentrok dengan Polisi

TULUNGAGUNG - Aksi solidaritas Gerakan Pemuda Ansor Cabang Tulungagung atas ditembaknya pengurus Ansor Sidoarjo, Riyadhus Sholihin, nyaris diwarnai adu fisik dengan aparat Kepolisian.

Sejumlah anggota Ansor berharap bisa menyampaikan surat pernyataan sikap kepada Kapolres Tulungagung. Namun tanpa sebab jelas, AKBP Agus Wijayanto enggan menemui massa.

Orang nomor satu di jajaran Kepolisian kota marmer ini hanya memerintahkan Kasat Intel AKP Paidi untuk menerima surat pernyataan sikap dari Ansor. "Kapolres yang harus datang sendiri ke sini menerima surat pernyataan. Jangan mau diwakilkan pada anak buahnya!" teriak salah satu anggota Ansor yang disambut dengan teriakan takbir, Jumat (4/11/2011) petang.

Suasana pun langsung panas. Sejumlah massa yang memenuhi ruas jalan di sekitar Alun-alun Tulungagung itu langsung ikut-ikutan tersulut amarah. Apalagi puluhan petugas berseragam lengkap dan berpakaian preman langsung bersiaga. Massa mencoba merangsek ke arah barisan pagar betis petugas kepolisian.

Ketua GP Ansor Tulungagung Mubarok yang berulangkali mencoba menenangkan, tidak digubris. "Ini masalah nyawa. Jangan main-main," seru anggota massa lainya. Sejumlah massa yang lain meminta kepada rekan-rekanya untuk bersabar. Namun kelompok massa yang lebih "radikal" memaksa bertemu Kapolres Agus.

"Mari kita berdoa bersama lagi agar suasana menjadi lebih tenang," ajak Ketua GP Ansor Mubarok. Massa langsung melakukan sholawatan. Mereka menyambung kembali doa setelah melihat tensi ketegangan yang meninggi.

Berangsur-angsur, nyanyian puja puji ilahi dan nabi itu mampu meluruhkan amarah. Massa kembali duduk dan berdoa bersama. Mereka mendoakan arwah Riyadhus Sholihin yang menjadi korban kebiadaban oknum kepolisian.

"Karena Kapolres memang dikatakan tidak ada di lokasi, surat pernyataan ini kita terimakan kepada Kabag Ops Komisaris Polisi Subagyo," terang Mubarok. Isi penyataan sikap, pertama menuntut Kapolda Jatim untuk mengusut kasus Riyadus Sholihin hingga tuntas.

Kedua meminta Kapolri menerjunkan Komisi Kepolisian Nasional, dan ketiga meminta institusi kepolisian untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di media massa.

"Kita juga menyiapkan laporan ke Komnas HAM," tegas Mubarok. Aksi solidaritas pun ditutup dengan saling bersalaman antara Ansor dan kepolisian.

Kabag Ops Subagyo berjanji akan menyampaikan surat pernyataan itu ke Kapolres dan dilanjutkan ke Kapolda Jawa Timur. Menurut Subagyo, sejak lama institusi kepolisian menjalin hubungan yang harmonis dengan Ansor. "Terutama di Tulungagung hubungan tersebut berlangsung dengan baik," ujarnya singkat.


View the original article here

Tidak ada komentar:

Posting Komentar