
JAKARTA - Titi Sarniti tak bisa menahan kesedihannya atas nasib anaknya Tuti Tursilawati di Arab Saudi. Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Majalengka itu diputus hakim untuk menjalani hukuman pancung karena membunuh majikannya.
"Saya cuma bisa sampaikan, kembalikan anak saya. Semoga anak saya pulang dengan selamat. Kami mohon semuanya, dukung kami, selamatkan anak saya. Hanya itu yang bisa saya disampaikan," kata Titi menitikan air mata di gedung DPR, Jakarta, Jumat (11/11/2011).
Titi bersama suaminya, Warjuki, sengaja datang ke DPR siang tadi untuk memberi keterangan kepada wartawan mengenai kabar terkini anaknya. Didampingi anggota Komisi IX dari Fraksi PDIP Rieke Dyah Pitaloka.
Tuti Tursilawati adalah TKI yang menjadi pekerja rumah tangga asal Cikeusik, Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Berangkat ke Arab, pada 5 September 2009, bekerja di Kota Thaif, Makkah.
Selama bekerja, Tuti kerap mengalami pelecehan seksual. Pada 11 Mei 2010, Tuti hendak diperkosa oleh sang majikan. Dia melawan, memukul majikannya dengan tongkat untuk membela diri hingga menyebabkan majikan tewas.
Tuti kemudian melarikan diri. Namun, saat pelarian , Tuti malah diperkosa oleh sembilan orang Arab. Polisi kemudian menangkap Tuti sebagai tersangka.
Pengadilan Saudi Arabia kemudian memutuskan Tuti Tusrilawati bersalah, dihukum qisas (pancung), bulan Juni lalu. Namun, selama menjalani persidangan, Tuti tak didampingi pengacara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar