
JAKARTA - Dampak kerugian banjir bandang di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, cukup besar. Tercatat 10 kecamatan atau 45 persen dari luas kabupaten tergenang air dengan ketinggian antara 0,5 sampai 1,5 meter.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Sabtu (5/11/2011), menyebutkan kecamatan tersebut antara lain Batang Kapas, Sutera, Lengayang, Ranah Pesisir, Linggo Sari Baganti, Pancung Soal, Bab Tapan, dan Lunang Silaut.
Tercatat enam orang hilang, tiga dari Kecamatan Linggo Sari Baganti atas nama Kidit (65), Rayos (24), anak Rayos (9), sementara tiga lainnya dari Kecamatan Lengayang yakni Santia (21), Ismaini (35), dan Neza (8). Dari enam korban seorang berhasil dievakuasi dalam kondisi tewas, dua sudah diketahui posisinya namun hingga pagi ini belum berhasil dievakuasi, sementara tiga lainnya masih hilang. Selain itu lima orang luka-luka.
"Pengungsi pada saat banjir 52.315 orang. Saat ini pengungsi sekira 5.000 orang. Masih ada lokasi yang tergenang seperti di Kecamatan Lunang Silaut dan Pancung Soal. Aktivitas sekolah 18 ribu siswa lumpuh," beber Sutopo.
Selain itu 51 rumah hanyut, 21 rusak berat, 73 rusak sedang, 201 rumah rusak ringan, 10.219 rumah terendam air.
Sutopo juga menyebutkan puluhan fasilitas umum rusak yakni sembilan bangunan sekolah rusak berat. 27 rumah ibadah rusak berat, 2 jembatan putus, dan 4 jembatan gantung putus, 750 meter jalan negara rusak, 700 hektare lahan palawija, dan 121 hektare sawah terendam banjir.
Dari paparan kerusakan di atas, BNPB memprediksikan perkiraan awal kerusakan mencapai Rp100 miliar.
Sejauh ini BNPB sudah memberikan bantuan di antaranya 32 ton beras, 400 dus mi instan, 100 dus air mineral, 13.000 minuman pengganti ASI, 20 ribu sachet oralit, 360 selimut.
Selain itu BNPB juga memberikan bantuan dana siap pakai Rp500 juta untuk penanganan darurat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar