
BANGKALAN - Untuk kesekian kalinya, kasus pembunuhan secara sadis kembali terjadi di wilayah hukum Polres Bangkalan. Terkini, salah seorang warga yang baru pulang menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI), dibacok hingga tewas dengan luka yang cukup mengenaskan.
Identitas korban, diketahui bernama Na'i, 55, warga Desa Sendeng Selatan, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan. Korban mengalami luka bacok cukup serius, pada bagian wajah, perut dan paha akibat sabetan clurit pelaku. Bahkan, kepala korban nyaris pecah jadi dua akibat sabetan senjata tajam jenis celurit.
Ironisnya, saat korban dikeroyok dan dihabisi oleh sekitar lima orang pelaku, kebetulan bersama istrinya, yang sama-sama baru hendak beribadah sholat Isya menuju musholla terdekat. Belum diketahui secara pasti apa motif pembunuhan, hanya diduga kuat masalah dendam masa lalu.
Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Soegeng P, mengatakan, kasus pembunuhan tersebut berawal saat korban usai bersantap makan malam bersama keluarga di rumahnya. Usai makan, korban bersama istri pergi ke musholla yang letaknya tidak jauh dari rumahnya.
Saat dalam perjalanan menuju musholla tersebut, menurut Soegeng, secara tiba-tiba dari arah depan dan belakang muncul sekelompok orang yang menghadang. Tanpa banyak tanya, pelaku yang diduga sebanyak lima orang tersebut langsung menyerang dan membacok korban hingga ambruk.
"Korban yang posisi tangan kosong, tidak bisa melawan dan tewas seketika itu juga. Sementara, usai membacok korban, para pelaku melarikan diri," ujar Soegeng.
Soegeng menjelaskan, dari hasil pemeriksaan polisi dan pihak rumah sakit, korban tewas akibat terkena sabetan senjata tajam jenis clurit. Ada banyak luka bacok yang dialami korban, mulai sekitar wajah korban terbelah dua, hingga sabetan yang mengenai perut korban sampai ususnya terburai.
Ironisnya, saat korban dihabisi secara sadis dan membabi buta, istri melihat langsung dengan mata kepala. Kabarnya, dari hasil pemeriksaan sementara, istri korban kenal dengan salah satu pelaku yang membacok dengan menggunakan sajam jenis celurit tersebut.
"Saksi kunci ada di istri korban. Cuma, sejauh ini masih belum kami mintai keterangan karena masih dalam kondisi shok," tegasnya.
Ditanya apa motif dari pembunuhan sadis tersebut? Soegeng menambahkan, secara pasti masih belum bisa diungkap karena dalam proses pemeriksaan dan penyidikan. Cuma, dari informasi yang beredar, korban pernah terlibat dalam kasus pembunuhan sebelas tahun silam.
"Dugaan sementara, motif dari kasus ini dendam. Cuma kami masih selidiki lebih lanjut," ucapnya.
Sementara itu, pihak keluarga korban yang berada di RSA Ratu Ibu Bangkalan, masih belum bisa berkomentar dan lebih memilih menghindar, karena dalam posisi berduka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar