Sejumlah saksi di lokasi kejadian menuturkan, seorang pelaku penusukan membawa senjata api. Polisi hingga kini masih berjaga-jaga di perbatasan dua desa untuk menghindari aksi balasan.
Tiga korban tewas seluruhnya Warga Desa Ringinarum. Sedangkan satu orang kritis masih di rawat di Rumah Sakit Islam Weleri, Kendal. Tawuran antara pemuda Desa Ringinarum dan Ngerjo ini terjadi di perbatasan desa.
Aksi penusukan bermula dari kedatangan pemuda dari Desa Ngerjo ke Desa Ringinarum yang bersebelahan. Para pemuda dari Desa Ngerjo mencari pemuda Desa Ringinarum yang mengejek salah satu temannya. Belasan pemuda dengan membawa senjata tajam dan senjata api menanyai pemuda yang berada di pinggir jalan.
Tidak mendapat jawaban memuaskan para pemuda Desa Ngerjo lantas merusak tembakau yang sedang dijemur. Hal ini memicu kemarahan warga Desa Ringinarum. Sempat terjadi perkelahian dan saling lempar batu. Saat itulah empat pemuda warga Desa Ringinarum terkapar bersimbah darah akibat ditusuk.
Seorang warga Desa Ringinarum mengaku mendengar tembakan senjata api yang membuat tawuran bubar dan pemuda dari Desa Ngerjo melarikan diri. "Keempat korban yang ditusuk langsung dilarikan ke rumah sakit. Namun tiga orang tewas saat dalam perawatan," ujar Suko, salah seorang warga Desa Ringinarum.
Hingga Sabtu malam suasana di dua desa tersebut masih mencekam. Sejumlah aparat disiagakan di perbatasan desa. Polisi pun masih memburu para pelaku penusukan.
Kapolres Kendal AKBP Agus Suryo Nugroho mengatakan pihaknya berupaya mengumpulkan tokoh masyarakat dari kedua belah pihak. Kapolres berjanji pihaknya akan menindak pelaku penusukan yang identitasnya sudah diketahui.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar