
JAKARTA - Dinas Pendidikan DKI menyatakan siap membantu memediasi wartawan dan SMA 6 guna menyelesaikan insiden bentrokan pada Senin 19 September lalu.
"Kami akan lakukan mediasi antara wartawan dengan pihak sekolah. Jadi bicara dari hati ke hati," kata Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Agus Suradika kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/9/2011).
Dia berharap semua pihak dapat menahan diri sehingga persoalan tidak semakin keruh. "Siswa dan guru sebaiknya tenang dan berpikir jernih dalam menanggapi peristiwa yang terjadi, begitu pula dengan pihak wartawan, diharapkan dapat berpikir tenang," lanjutnya.
Agus mengatakan, pihaknya terus berusaha menyelesaikan permasalahan yang terkait dengan sistem pendidikan dan antisipasi tawuran.
Ia juga mengatakan, terkait dengan proses hukum terhadap para siswa SMA 6 yang diperiksa polisi, pihaknya akan berkonsultasi juga dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Hal ini mengingat usia para siswa tersebut yang belum genap 17 tahun atau masih di bawah umur.
bentrok fisik antara wartawan dengan ratusan siswa SMA 6 terjadi pada Senin 19 September lalu. Kontak fisik terjadi saat puluhan wartawan meminta pertanggungjawaban pihak sekolah atas pengeroyokan yang dilakukan siswa terhadap seorang jurnalis Trans7, yang melakukan tugas peliputan saat aksi tawuran antara siswa SMA 6 dengan SMA 70.
Sedikitnya lima juru foto mengalami luka serius dan harus dirawat di rumah sakit. Kasus ini ditangani Polres Metro Jakarta Selatan. Terkait insiden ini pihak SMA 6 telah menyatakan permohonan maaf.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar