Laman

Senin, 19 September 2011

Pemerintah Tak Serius Terapkan Moratorium TKI

JAKARTA- Aktivis Migrant Care, Wahyu Susilo, mengaku tidak percaya atas keseriusan Pemerintah Indonesia memberlakukan moratorium (penghentian sementara) pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi.

"Moratorium masih sebatas wacana, karena tidak ada langkah-langkah yang seharusnya dilanjutkan pasca-moratorium," tegasnya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (10/9/2011).

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia memberlakukan moratorium tersebut sejak 1 Agustus lalu pasca-pemancungan TKI Ruyati Binti Satubi.

Wahyu menegaskan, jika pemerintah serius, seharusnya segera dicari langkah lanjutan usai moratorium. Misalnya, mencarikan tujuan kerja baru selain Arab Saudi sebagai tujuan alternatif para calon TKI. Tentunya, yang punya kebijakan perlindungan bagi para TKI ini.

"Pemerintah juga seharusnya mengalihkan mereka untuk jadi tenaga produktif dalam negeri," tandasnya.

Namun yang jauh lebih penting dari hal-hal di atas, lanjut Wahyu, adalah upaya serius pemerintah mendesak terselenggaranya MoU dengan Arab Saudi, tentang perlindungan TKI.

Dengan demikian, kapan pun moratorium itu dicabut, rakyat Indonesia yang bekerja untuk Arab Saudi punya payung hukum perlindungan yang jelas dan mengikat dalam hubungan kedua negara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar