Salah seorang warga, Husein, mengatakan sedikitnya ada 35 unit sepeda motor yang terjatuh di depan lokasi pembangunan kompleks rumah toko yang diketahui bernama Contempo Regency pada malam tadi, karena jalanan yang licin setelah turun hujan.
"Tanah timbunan yang dibawa truk ke dalam kompleks berserakan di badan jalan. Kalau hujan jalanan jadi licin dan kalau panas, kami harus menghirup debu," kata Husein di lokasi, Minggu (11/9/2011).
Husein menerangkan, amarah warga memuncak ketika seorang pengendara yang tengah membawa balita juga terjatuh di lokasi kejadian. Warga akhirnya baramai-ramai mendatangi pekerja yang berada di lokasi. "Kami akan terus melakukan protes atas pembangunan ini sampai ke wali kota kalau perlu," katanya.
Pantauan okezone, aksi protes ini diwarnai kericuhan. Warga melempari seng yang didirikan sebagai pagar komplek dengan menggunakan batu. Pekerja yang takut akan amukan warga, akhirnya membersihkan badan jalan yang tertimbun tanah dengan menggunakan sekop.
Sementara itu, seorang pekerja yang disebut-sebut sebagai pengawas pembangunan, enggan memberikan komentar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar