
JAKARTA - Pihak SMU 6 akan memberikan keterangan resmi terkait kericuhan antara wartawan dan siswanya yang terjadi pada Senin kemarin.
"Kami sudah mengirimkan fax kepada kantor-kantor media, nanti akan ada keterangan pers yang kami sampaikan, nanti jam 14.30 WIB," kata Wakil Bidang Kesiswaan SMA 6 Husni di Jalan Mahakam, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2011).
Ia menambahkan tidak hanya kepala sekolah SMA 6 saja yang akan memberikan keterangan. "Nanti akan ada juga dari komite sekolah dan orangtua murid," singkatnya.
Pada Jumat 16 September lalu, salah seorang wartawan dari Trans7 dirampas kasetnya saat meliput aksi tawuran antara SMU 6 dengan SMU 70. Ia juga di pukuli oleh puluhan siswa SMA 6.
Peristiwa ini lantas direspons para jurnalis dengan menggelar aksi damai di depan SMA 6 yang bertujuan mendesak pihak sekolah agar menindak anak didiknya yang melakukan penggeroyokan. Namun aksi damai ini berujung kericuhan.
Para siswa SMA 6 secara membabi buta menyerang para wartawan. Akibatnya lima wartawan mengalami luka serius dan harus dirawat di rumah sakit. Sejumlah peralatan liputan juga dirusak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar