Jika mereka tidak perduli pada perlindungan dan kemartabatan TKI, maka Indonesia akan menghentikan pengiriman warga negaranya.
"Jadi, kalau Malaysia enggak meningkatkan perbaikan pelayanan TKI, cicing wae (diam saja), lalu kita tanya lagi bisa enggak melindungi TKI dan tetap diam. Maka setop pengiriman TKI ke Malaysia," kata Jumhur dalam siaran persnya kepada okezone di Jakarta, Minggu (11/9/2011).
Karenanya, kata Jumhur, penghentian sementara atau moratorium penempatan TKI penata laksana rumah tangga ke Malaysia sejak Juni 2009 dan adanya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pemerintah RI dan Malaysia di Bandung, Jawa Barat, pada Mei 2011, diharapkan bisa memperbaiki pelayanan dan perlindungan TKI di negara tersebut.
"Ke Arab Saudi juga kami tanya bisa enggak memperbaiki pelayanan perlindungan TKI, diam juga, lalu tanya lagi dan tetap diam. Maka setop juga," kata Jumhur.
Moratorium atau penghentian sementara TKI ke Arab Saudi pun berlangsung sejak 1 Agustus 2011. Selain dengan Malaysia dan Arab Saudi, pemerintah telah memberlakukan moratorium penempatan TKI penata laksana rumah tangga ke Kuwait, Yordania, serta Suriah.
Jumhur menegaskan pemerintah senantiasa berkomitmen meningkatkan perbaikan kualitas pelayanan penempatan serta perlindungan TKI di luar negeri. Ia menambahkan perbaikan itu juga dipengaruhi oleh pelayanan yang diberikan negara penempatan TKI, baik oleh pemerintah, majikan, agensi penyalur TKI, atau pihak terkait lainnya. "Kalau semuanya diam saja dan tidak bisa memperbaiki maka penempatan ke negara jelas disetop," katanya.
Pada bagian lain Jumhur menyatakan tugas BNP2TKI sangat berat karena melayani sekitar enam juta TKI dari 400 kabupaten/kota di 33 provinsi yang bekerja tersebar di 52 negara penempatan.
Ia juga mengatakan pemerintah memang tengah mendorong peningkatan penempatan TKI sektor formal atau nonrumah tangga. "Kami dorong TKI di bidang perhotelan, industri manufaktur, perminyakan, kesehatan, perkebunan, perikanan, sehingga secara perlahan dapat mengurangi jumlah penempatan TKI pekerja rumah tangga di luar negeri," tandasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar