
JAKARTA - Kepala Sekolah SMA 6 Jakarta Kadarwati Mardiutama membela anak didiknya Gilang Perdana terkait bentrokan antara pelajar dengan wartawan pada Senin lalu.
Dia menegaskan Gilang tidak terlibat dalam aksi perampasan kaset rekaman milik juru kamera Trans7 Oktaviardi.
"Tolong kita sama-sama melihat ada dua hal yang kita lihat jangan sampai rancu, Gilang tidak ada dalam peristiwa malam dalam perampasan kaset kamera, jadi jangan dikaitkan dengan pelaku perampasan," kata Kadarwati dalam jumpa pers di SMA 6 Jalan Mahakam, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2011).
Mengenai pengakuan Gilang dalam akun Twitternya, Kadarwati kembali membela Gilang. Menurutnya, pernyataan Gilang yang mengaku puas menganiaya wartawan itu merupakan reaksi secara spontan pascaperistiwa tersebut.
"Kenapa ia sampai tulis di Twitter, ini juga ada sejarahnya, ada aksi ada reaksi. Dia sangat teraniaya hatinya apabila Denny Mawardi guru favoritnya dilempar mangkok. Ketika saya menghubungi malam hari, dia menangis, ibu saya tidak mau guru saya dilempari seperti itu," terangnya.
Dia juga membantah telah melakukan pembiaran terhadap aksi kebrutalan para siswanya tersebut. Menurutnya, SMA 6 selama ini merupakan sekolah yang sangat tegas dalam menaati peraturan.
"1.024 siswa saya adalah anak-anak yang baik. Kemudian saya, kalian dikatakan pembiaran, kalian semua harus tahu bahwa SMA 6 sangat tegas terhadap peraturan. kita telah mengembalikan 29 siswa kepada orangtua, bahkan dua siswa kelas x baru dua bulan sudah saya kembalikan ke orantua," bebernya.
Saat ditanya terkait ada guru yang mengancam wartawan agar tidak berbuat aneh di sekolahnya, Kadarwati tak mau ambil pusing.
"Nanti kita lihat lagi, itu letupan emosi, saya tidak menjamin apakah itu guru kami. saya kedatangan tamu 64 orang guru untuk pelatihan, mungkin mereka bilang sudah tidak usah ada masalah lagi," tutupnya. (put)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar