Laman

Rabu, 21 September 2011

Lecehkan Jurnalis, Kepala BNPB Minta Maaf

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By m.syaifullah, okezone.com, Updated: 9/21/2011 7:07 AM

Lecehkan Jurnalis, Kepala BNPB Minta Maaf

JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Ma'arif meminta maaf kepada jurnalis atas pernyataannya. Dia mengaku kata-kata 'Tahi Kucing' yang dilontarkannya kepada juru warta adalah guyonan alias bercanda.

Permohonan maaf ini disampaikan melalui Sekretaris Utama BNPB Fathul Hadi saat dihubungi di Jakarta, Rabu (21/9/2011). "Pak Syamsul dalam jumpa pers tersebut minta maaf apabila dalam guyon ada salah pengertian," katanya.

Fathul mengatakan ada salah pengertian antara jurnalis dengan Kepala BNPB. Sebab, penerima Bintang Mahaputera Utama 2011 itu tidak serius dengan ucapannya saat jumpa pers. Menurutnya, Syamsul hanya bercanda. "Maaf kalau dalam guyon tersebut ada yang menanggapi berbeda," ujar Fathul yang mengaku sedang rapat.

Sementara itu, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyesalkan sikap Syamsul kepada jurnalis di Jember. Sebagai pejabat publik, Kepala BNPB dinilai tidak pantas melontarkan pernyataan yang kurang sopan, apalagi ketika jumpa pers. "Kami menyesalkan hal itu," kata Ketua AJI Indonesia Nezar Patria.

Nezar menyebutkan tidak ada alasan bagi pejabat publik untuk tidak menjawab pertanyaan jurnalis terkait masalah publik. Semestinya, Syamsul menjunjung etika dalam berkomunikasi publik. "Karena itu pekerjaan Kepala BNPB yang berhubungan dengan masalah anggaran penanggulangan bencana," ungkap Nezar.

Sebelumnya, Syamsul melecehkan jurnalis saat ditanya anggaran bencana untuk sekali hujan buatan.

"Opo penting sih pertanyaan ngunu kuwi, ate mbok gawe opo? (Coba saya mau tanya, apa informasi itu apa penting betul). Cari pertanyaan kok angel-angel (sulit-sulit) sih. Gak ah. 'Tahi kucinglah' kalau kamu mau muat itu. Gak percaya saya, tanya kebijakan saja, Menteri ini, masa tanya hal kecil-kecil begitu, apaan itu ? Gak bisa itu." kata Syamsul Ma'arif menjawab pertanyaan Harian Seputar Indonesia (SINDO) saat menghadiri Seminar Internasional bertajuk Disaster in International Relations Perspective di Universitas Negeri Jember, Jawa Timur, Selasa 20 Septermber 2011.


View the original article here

Tidak ada komentar:

Posting Komentar