Laman

Kamis, 15 September 2011

Reshuffle Tak Jamin Perbaikan Kinerja Kabinet

JAKARTA - Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo menyarankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera melakukan reshuffle kabinet. Adakah kepentingan politis di balik saran ini?

Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Kamaruddin menjelaskan, perombakan kabinet untuk saat ini sama sekali tidak menjamin peningkatan kinerja pemerintah. Sebab menteri yang baru akan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan tugas-tugas barunya.

"Apalagi dengan sisa waktu yang singkat ini, sampai 2013, 2014 tidak kita tak hitung. Efektifnya mungkin cuma dua tahun," ujarnya kepada okezone di Jakarta, Minggu (11/9/2011).

Namun lain cerita apabila kepentingan reshuffle kabinet untuk menjajaki kemungkinan koalisi pada 2014 mendatang. Dalam konteks ini masih sangat terbuka dilakukan perombakan kabinet. "Tapi yang bisa menjawab itu ya Presiden," kilahnya.

Terkait dengan adanya skandal suap serta asmara yang menimpa sejumlah menteri, Kamaruddin menyikapinya secara arif. Semua itu tak bisa dijadikan argumentasi untuk melakukan reshuffle. Sebab belum ada keputusan final dari pengadilan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan betul bersalah seperti opini yang berkembang di publik.

"Kita kan tahu dunia politik, intrik luar biasa sengit. Kalau soal kinerja lagi-lagi kita berpulang ke penilaian presiden," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar