"Kelihatannya hari ini belum mendapat hasil karena cuaca di lokasi tidak mendukung," ujar Kepala Humas Badan SAR Nasional (Basarnas) Gagah Prakoso saat dihubungi okezone, Sabtu (10/9/2011).
Gagah mengatakan, Tim SAR gabungan hanya berhasil menjangkau Pos AJU (lokasi terdekat) dengan lokasi jatuhnya pesawat. Tim SAR, jelasnya, sudah dapat melihat lokasi jatuhnya pesawat dan mengambil gambar. Namun memang, upaya evakuasi korban belum bisa dilakukan.
Kendati demikian, Tim SAR yang terdiri dari enam anggota dari Wamena dan dua dari Susi Air sudah membuat persiapan untuk upaya evakuasi besok pagi. Rencananya mereka akan berangkat sebelum pukul 10.00 WIT.
Pemilihan pagi hari berdasarkan fakta bahwa di atas waktu tersebut kabut tebal sudah mulai turun. Tim SAR rencananya akan menempuh perjalanan darat, karena helikopter tidak bisa menjangkau lokasi.
"Tim sudah bekerja, mereka akan membuat tembusan lewat darat, besok pagi langsung dievakuasi," tegasnya.
Mereka akan mengangkat dua korban pesawat ini yakni pilot Dave Cootes dan co pilot Thomas Munk. Kedua korban selanjutnya akan dievakuasi ke rumah sakit yang terdekat dengan lokasi.
Seperti diberitakan, pesawat yang mengangkut empat drum solar dan bahan pokok lepas landas dari Bandara Wamena sekira pukul 12.15 WIT, Jumat kemarin. Pesawat hilang kontak sekira pukul 12.30 WIT. Diketahui pesawat menabrak tebing dan jatuh di pegunungan Distrik Pasema.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar