
JAKARTA - Kompolnas dan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum (PMH) ikut hadir dalam gelar perkara surat palsu Mahkamah Konstitusi yang dilaksanakan hari ini di Gedung TNCC Mabes Polri.
Mantan Panitera Mahkamah Konstitusi (MK) Zaenal Arifin Hoesein berharap kehadiran dua lembaga tersebut dapat membuat kepolisian lebih transparan.
"Saya yakin polisi independen, jadi ini untuk lebih transparan melibatkan beberapa lembaga itu, sehingga nanti diperoleh satu kesimpulan," kata Zaenal di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta, Rabu, (21/9/2011).
Menurutnya, penetapan status tersangka terhadap dirinya sangat tidak manusiawi. "Saya kan sebagai korban, secara manusiawi ya keberatan," tambahnya.
Zaenal menjelaskan, sebagai mantan panitera MK, sudah menjadi tugasnya membuat surat. Dia juga akan mengklarifikasi kepada pimpinannya untuk lebih jelas lagi. "Saya konsep surat, itu kan pekerjaan rutin saya, untuk penambahan suara itu memang ada telepon dari Arsyad, saya mengklarifikasikannya kepada pak Ketua (MK)," paparnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar