Laman

Jumat, 30 September 2011

Kumpulan Cerita Lucu Bikin Ngakak Abis

Kumpulan Cerita Lucu Banget Terbaru Bikin Ngakak Abis sampe Mules: Ngomongin Yang Lucu-Lucu pasti selalu bikin ketawa ngakak atau malah garing n' jayus abis. Intinya sih bisa menghibur dan mengatasi bete, walaupun gak lucu tapi mudah-mudahan cerita lucu banget banget ini bisa bikin lo ketawa sampe mules pengen kentut dah.

Okelah ga usah banyak cing-cong, langsung ae di baca Kumpulan Cerita Lucu

Ditanya Reshuffle, Cak Imin Hanya Tertawa

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By yugo, okezone.com, Updated: 9/23/2011 2:07 AM

Ditanya Reshuffle, Cak Imin Hanya Tertawa

JAKARTA- Isu reshuffle kabinet yang terus berhembus, hanya ditanggapi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar dengan tertawa.

"Tidak tahu," ujar Muhaimin sambil tertawa saat ditanya mengenai isu reshuffle.

Cak Imin, sapaan Muhaimin menjawab hal tersebut saat mengunjungi sejumlah Tenaga Kerja Wanita yang dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jumat (23/9/2011).

Ketika ditanya tentang kesiapan dirinya digusur dari kabinet, Cak Imin juga enggan menjawabnya. "Kalau tanya kaya gituan jangan di rumah sakit, tapi ke istana," jelasnya.

Muhaimin menjadi sorotan, setelah kasus suap di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mencuat. Namanya disebut-sebut sebagai penerima uang Rp1,5 miliar dalam proyek pembangunan infrastruktur daerah transmigrasi (PPIDT).

Sementara itu, dalam kunjungannya ini, Cak Imin mengunjungi delapan orang TKW yang dirawat , antara lain Dewi, Nenti TKW yang bekerja di Arab Saudi, Omah, Siti Aminah yang bekerja di Suriah, kunaesih yang bekerja di Singapura, Lia Sri yang bekerja di Qatar, dan Rouqyah yang bekerja di Jordan. Kesemua TKW tersebut, merupakan korban kecelakaan kerja.

Selain itu, Cak Imin juga memberikan semangat kepada semua TKW, sambil memberikan bingkisan.


View the original article here

Chandra: Saya Tak Bisa Dibeli!

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By insaf, okezone.com, Updated: 9/23/2011 5:45 AM

Chandra: Saya Tak Bisa Dibeli!

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Chandra M Hamzah mengklarifikasi semua tuduhan Muhammad Nazaruddin yang dialamatkan kepada dirinya. Dalam keterangan pers di kantor KPK, Chandra membantah tuduhan bahwa dirinya pernah membicarakan kasus dengan Nazaruddin, Saan Mustopa, Benny K Harman maupun Anas Urbaningrum.

Selain itu, Chandra pun membantah pernah menyusun skenario bersama politikus Partai Demokrat agar kasus wisma atlet SEA Games dibatasi hanya pada penetapan Nazaruddin sebagai tersangka.

"Saya tidak bisa dibeli dan tidak akan pernah bisa dibeli dengan uang untuk perdagangan kasus," kata Chandra, Jumat (23/9/2011).

Hal tersebut disampaikan Chandra menyusul tuduhan bahwa dirinya menerima sogokan dari pengusaha dalam kasus e-KTP, Bantuan Operasional Sekolah dan pengadaan baju hansip. "Kalau ada yang menuduh silakan buktikan," katanya.

"Enggak akan ada yang pernah bisa membeli saya. Saya kerja di KPK ini bukan untuk mencari uang, kami yang bekerja di KPK ini, seperti kata Pak Abdullah, setengahnya adalah pengabdian, setengahnya ingin melihat negara ini bersih dari korupsi," imbuhnya.

Dia menjelaskan, KPK juga tidak pernah menyelidiki kasus e-KTP, dana BOS atau pengadaan baju hansip seperti yang dituduhkan Nazaruddin. Bahkan, pengaduan mengenai e-KTP baru diterima KPK pada tahun 2011. Padahal, pertemuan dengan Nazaruddin terjadi jauh sebelum itu


View the original article here

Kamis, 29 September 2011

Mediasi SMA 6 & Wartawan Tak Pengaruhi Penyelidikan

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By m.syaifullah, okezone.com, Updated: 9/23/2011 9:19 AM

Mediasi SMA 6 & Wartawan Tak Pengaruhi Penyelidikan

JAKARTA - Polda Metro Jaya memastikan proses hukum kasus perampasan kaset dan pengeroyokan yang dilakukan siswa SMA 6 terhadap wartawan, tidak akan berhenti meskipun ada mediasi antara keduanya.

"Kalau ada mediasi ini namanya kita negara yang mengutamakan musyawarah mufakat, tapi tidak mengurangi nilai-nilai hukum," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Baharuddin Djafar di kantornya Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (23/9/2011).

Kendati demikian, tambahnya, semua sangat tergantung pada penyidik menilai tahapan penyidikan, penuntutan, dan peradilan. "Biarlah penyidik bekerja dulu, kalau ada mediasi yang ditempuh silahkan, tapi tidak mempengaruhi penyelidikan dan tidak menjadi hitam putih," ungkapnya.

Begitu juga dengan konsolidasi yang beberapa kali dilakukan Kepolisian dan orangtua siswa SMA, Baharuddin menegaskan, tidak akan membuat proses hukum menjadi tembang pilih.

"Dalam kasus sebesar ini boleh saja dan tidak akan mempengaruhi. Kepolisian juga tetap akan profesional dalam menagani kasus ini," cetusnya.


View the original article here

Ibu Kota Berpeluang Hujan Siang Ini

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By dede.suryana, okezone.com, Updated: 9/24/2011 3:17 AM

Ibu Kota Berpeluang Hujan Siang Ini

JAKARTA - Sebagian besar wilayah DKI Jakarta dan kota-kota sekitarnya diramalkan berawan pagi ini. Hujan ringan hingga sedang diperkirakan turun pada siang dan malam hari.

Prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sabtu (24/9/2011), cuaca berawan serempak di seluruh wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada pagi hari.

Beranjak siang, hujan ringan hingga sedang diramalkan turun di wilayah Kepulauan Seribu, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Depok, Tangerang, dan Bogor. Seperti empat wilayah lainnya kemungkinan masih tetap berawan.

Malam harinya, hujan masih berpeluang turun di daerah Bogor. Sementara tujuh kawasan lainnya di Jabotabek diperkirakan kembali berawan.


View the original article here

Lamaran Ditolak, Video Syur Wanita Muda Disebar

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By anton, okezone.com, Updated: 9/23/2011 3:42 AM

Lamaran Ditolak, Video Syur Wanita Muda Disebar

SENGKANG - Warga Desa Siwa, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, digegerkan beredarnya video mesum mirip salah seorang pegawai honorer pria asal Kabupaten Pinrang.

Pria dengan inisial I melakukan adegan syur bersama seorang perempuan asal Desa Siwa, L (26).

Video terdiri dari dua sesi dengan durasi yang berbeda. Diduga diambil di salah satu hotel di Makassar, Sulawesi Selatan, menggunakan kamera dari telepon seluler.

Dalam video tampak keduanya melakukan hubungan layaknya suami istri. Video sesi pertama berdurasi 10 menit, sementara video kedua mengambil latar di toilet kamar hotel yang sama.

"Video ini sudah menjadi perbincangan warga sekitar sepekan lalu," kata Emang, salah seorang warga Desa Siwa.

Emang membenarkan bahwa pemeran perempuan merupakan warga sedesanya. "Yang perempuan adalah warga Siwa dan menurut informasi dia sudah tidak ada di sini," ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Pitumpanua Kompol Kasok membenarkan video mesum yang beredar di Kecamatan Pitumpanua, namun pihaknya belum bisa memproses temuan ini. Alasannya tempat kejadian perkara (TKP ) bukan di Pitumpanua melainkan disinyalir di salah satu hotel di Kota Makassar, Sulsel.

"Si perempuan ini sudah tidak ada di Siwa dan laki-laki berada di Kabupaten Pinrang, tempatnya bekerja sebagai pegawai honorer," ujarnya.

Kasok menduga motif beredarnya video mesum tersebut diduga akibat ditolaknya lamaran pria terhadap perempuan lawan mainnya dalam video tersebut. "Mungkin karena sakit hati lamarannya ditolak, maka dia mengedarkan video itu," pungkasnya.


View the original article here

Setahun, 63 Pelajar Mojokerto Hamil di Luar Nikah

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By m.syaifullah, okezone.com, Updated: 9/23/2011 9:24 AM

Setahun, 63 Pelajar Mojokerto Hamil di Luar Nikah

MOJOKERTO - Kasus pelajar hamil di luar nikah semakin marak terjadi di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Dalam setahun terakhir ada 63 siswi tingkat SD, SMP, dan SMA yang hamil di luar nikah. Ironisnya, rata-rata dari mereka harus dikeluarkan dari sekolah.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Mojokerto Yudha Hadi SESB mengatakan, dari catatan 63 pelajar yang hamil di luar nikah itu didominasi siswi tingkat SMA yang mencapai 45 orang. Disusul siswi SMP sebanyak 12 orang dan siswi SD sebanyak 6 orang.

Ditegaskan, dari 60 kasus ini masih banyak kasus lainnya yang tak dilaporkan ke pihaknya. Dan selama ini, kata dia, pihak sekolah tak pernah melaporkan kasus tersebut dengan alasan aib sekolah.

Data tersebut berasal dari hasil investigasi dan terjun langsung ke lapangan. "Ini yang terpantau. Dan tentu saja ada banyak kasus sama yang tak terpantau," terang Yudha, Jumat (23/9/2011).

Banyaknya kasus pelajar hamil di luar nikah ini menjadikan keprihatinan pihaknya. Hal ini karena rata-rata dari mereka harus menanggung sanksi berat dari pihak sekolah, yakni di keluarkan dari sekolah yang bersangkutan.

Padahal, kata dia, meski melakukan kesalahan para korban juga memiliki hak untuk melanjutkan jenjang pendidikannya. "Rata-rata dikeluarkan dari sekolah dengan modus disodori surat pernyataan mengundurkan diri dan berujung putus sekolah," paparnya.

Dalam minggu kemarin saja, tambah Yudha, ada tiga kasus yang dilaporkan ke pihaknya. Satu dari tiga kasus itu, kata Yudha, orangtua korban sempat melapor kepada pihaknya. Laporan itu terkait upaya sekolah untuk mengeluarkan korban dari sekolahnya. Kasus seperti ini, rata-rata terjadi pada korban.

"Selalu saja pihak sekolah mengeluarkan siswanya yang diketahui hamil. Satu korban siswi SMK terakhir, sudah hamil 6 bulan dan mengalami keguguran tapi tetap saja dikeluarkan dari sekolah," tambahnya.

Untuk menanggulangi meningkatnya kasus pelajar hamil di luar nikah, Yudha mengaku telah mengoptimalkan fungsi Pusat Informasi Kesehatan Kesehatan Remaja (PIK-RR). Tak hanya itu, pihaknya juga telah membentuk PIK di lima kampus. "Ini sedang kita proses untuk membentuk PIK di tingkat SMA dan di bawahnya," cetusnya.

Melalui PIK-RR ini, tambah Yudha, para pelajar diberikan sosialisasi mengenai bahaya melahirkan di usia dini. Juga, kesiapan mental bagi mereka untuk menapaki jenjang pernikahan di usia muda.

Dia berharap kondisi ini menjadi perhatian khusus Dinas Pendidikan (Dindik), terutama untuk mengambil kebijakan terkait kasus tersebut. "Ini dilema juga. Jika mereka tetap bisa sekolah, kami khawatir akan ditiru pelajar lainnya. Harus ada pembahasan dan kebijakan khusus," tukasnya.

Dindik, lanjut Yudha lagi, juga harus mempertimbangkan sanksi tegas yang biasa diberikan pihak sekolah terhadap para korban. Menurutnya, Dindik harus melakukan sosialisasi kepada para kepala sekolah agar kasus siswi putus sekolah gara-gara hamil di luar nikah bisa ditekan.

"Terutama korban yang masih duduk di bangku SD dan SMP. Ini juga untuk mendukung program wajib belajar 9 tahun," pungkasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Imam Mashudi menegaskan, pihaknya tengah membahas solusi atas banyaknya kasus pelajar yang hamil di luar nikah. Selain penanggulangannya, pihaknya juga akan merumuskan bagaimana solusi atau tindakan yang harus dilakukan sekolah kepada korban. "Kami tengah membahasnya," kata Imam.

Tingginya kasus pelajar hamil di luar nikah ini tambah Imam, perlu diantisipasi oleh banyak pihak. Selain pendidikan dari sekolah, peran orangtua juga sangat penting, mengingat peran guru di sekolah hanya terbatas.

"Kita juga bakal sosialisasikan ke semua sekolah mengenai bahaya seks bebas. Berharap agar angka pelajar hamil di luar nikah ini bisa ditekan," tukasnya.


View the original article here

3 Pemerkosa di Angkot D 02 Akhirnya Tertangkap

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By carolina.christina, okezone.com, Updated: 9/21/2011 11:26 AM

3 Pemerkosa di Angkot D 02 Akhirnya Tertangkap

JAKARTA - Kepolisian akhirnya meringkus tiga orang pelaku pemerkosaan terhadap RSR (27) di ankutan umum D 02 jurusan Ciputat-Pondok Labu beberapa waktu lalu.

Ketiganya adalah Andri alias Putaw, Aris dan Sebastian. Mereka ditangkap di Bukit Tinggi, Padang, Sumatera Barat.

"Jadi kita sudah tangkap pelaku pemerkosaan di angkot D 02 tempo hari, mereka ditangkap di Bukit Tinggi, Padang, Sumatera Barat. Jika tidak ada kendala mereka akan sampai di Jakarta pukul 03.00 WIB," kata Kabag Humas Polres Jakarta Selatan AKP Aswin Sipayung di Mapolres Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2011).

Dengan begitu, polisi telah menangkap seluruh pelaku yang berjumlah empat orang. Saat ini ketiganya masih dalam perjalanan menuju Jakarta. Rencananya sore nanti, Polres Jakarta Selatan akan merilis penangkapan tersebut.

Pada 14 September lalu, kepolisian telah menangkap salah satu pelaku Yogi. Korban mengenali pelaku saat membawa angkot dan ngetem di trafic light Lebak Bulus. Pelaku akhirnya digiring ke Mapolres Metro Jakarta Selatan.

RSR (27) diperkosa secara bergiliran (sebelumnya diberitakan empat orang, hanya dua orang pelaku pemerkosaannya) saat menumpangi angkot D 02 jurusan Ciputat-Pondok Labu. Dia yang ingin pulang ke Pondok Gede dijanjikan oleh Yogi akan diantarkan sampai ke rumah. Namun, ternyata ia tak diantar sampai rumah. RSR malah diperkosa bergilir oleh Yogi dan Andri.

Selain diperkosa, dua buah telepon genggam milik korban juga dirampas. Satu buah blackberry dan sebuah handpone esia, juga uang sebesar Rp300 ribu rupiah oleh Sebastian.

Kepada mereka, diberlakukan pasal yang berbeda. Kepada Sebastian dikenakan pasal 365 KUHP tentang penucurian dengan pemberatan dengan maksimal 12 tahun curat. Kepada Yogi dan Andri dikenakan pasal 285 KUHP tentang persetubuhan dengan hukuman pidana maksimal 9 tahun. Sementara Aris yang tak melakukan apa-apa dikenakan pasal 56 karena membantu kejahatan, memberi upaya kepada tindak kejahatan. (tri)


View the original article here

Nama Gelora SBY untuk Kompleks Jakabaring Tak Logis

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By m.syaifullah, okezone.com, Updated: 9/21/2011 3:38 AM

Nama Gelora SBY untuk Kompleks Jakabaring Tak Logis

JAKARTA - Usulan pemberian nama kompleks olahraga Jakabaring di Palembang, Sumatra Selatan, menjadi Gelanggang Olahraga Susilo Bambang Yudhoyono atau Gelora SBY, dipandang tidak logis.

Usulan tersebut menurut anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Rohmani terlalu dipaksakan. "Ketika mendengar hal tersebut dari media, saya kaget. Terkesan politis. Apalagi usulan tersebut muncul di tengah latar belakang politik dan hukum yang berkembang begitu dinamis akhir-akhir ini," kata Rohmani dalam keterangannya kepada okezone di Jakarta, Rabu (21/9/2011).

Rohmani berpendapat pengusulan nama kompleks tersebut harus melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Jauh lebih bijak bila diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat Sumatra Selatan. Tentu mereka memiliki pertimbangan tersendiri.

Pemberian nama kepada aset atau sarana publik sudah memiliki ketentuan tersendiri. Pertama, pertimbangan sejarah. Pihak-pihak yang memiliki kedekatan atau hubungan langsung dengan tempat yang bersangkutan.

"Kalau dilihat dari sejarah, pembangunan Jakabaring itu justru lebih dekat dengan Presiden Megawati karena pembangunan awal Jakabaring di masa beliau," ungkapnya.

Selain itu, perlu dipertimbangakan juga faktor jasa dan perjuangan seorang tokoh terhadap pembangunan sarana publik tersebut. Selanjutnya, pertimbangan mengenang atau mengabadikan nama pahlawan atau tokoh setempat.

"Apabila menggunakan pertimbangan tersebut di atas maka tidak logis bila nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dijadikan sebagai nama kompleks olahraga Jakabaring. Apalagi di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dugaan korupsi terkuak di kompleks olahraga tersebut. Seperti pembangunan Wsma Atlet apalagi diduga kader-kadernya di Partai Demokrat terlibat," ungkapnya.

Ketimbang menimbulkan polemik di masyarakat, usulnya, lebih baik namanya menggunakan tokoh-tokoh setempat.

"Kan ada Tokoh Sumsel yang sangat berpengaruh, Abdul Rozak dan HBR Motik. Ini bisa jadi pertimbangan. Apalagi jasa-jasa mereka dalam perjuangan kemerdekaan sudah jelas," tandasnya.


View the original article here

Rabu, 28 September 2011

Jimly: Putusan KY Entry Point Kasus Antasari

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By m.syaifullah, okezone.com, Updated: 9/10/2011 10:18 AM

Jimly: Putusan KY Entry Point Kasus Antasari

DENPASAR - Mahkamah Agung (MA) diminta menghormati putusan Komisi Yudisial terkait Peninjauan Kembali (PK) dalam kasus yang membelit mantan Ketua KPK, Antasari Azhar.

"Putusan KY sebaiknya dijadikan pintu masuk MA kalau mau mengkoreki atas apa yang sudah diputuskan sebelumnya," kata pakar hukum Universitas Indonesia (UI) Jimly Asshiddiqi usai berbicara di Fakultas Hukum Universitas Udayana Denpasar, Sabtu (9/9/2011).

Karena itu, jika sikap MA seperti sekarang ini justru menolak atau tidak mau mengikuti putusan KY, hal itu dinilai sebagai langkah kontra produktif. Jika keengganan MA mengikuti putusan tersebut, karena menilai KY telah mencampuri urusan substansi perkara, sebenarnya itu lebih pada persoalan persepsi.

"Itu kan hanya persepi MA terhap proses keputusan KY, padahal dari KY sebetulnya tidak, mereka hanya melihat proses putusan yang diambil pengadilan, jadi pada prosesnya bukan substansinya," kata mantan Ketua Mahkkamah Konstitusi (MK) ini.

Jimly melihat adanya perbedaan pandangan antara kedua lembaga tersebut bisa menimbulkkan persengketaan kelembagaan negara. Sehingga, bisa menjadi salah satu contoh dari sengketa lembaga negara yang bisa diperkarakan di MK.


View the original article here

Terlibat Balapan Liar, 311 Remaja Aceh Diadili

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By m.syaifullah, okezone.com, Updated: 9/21/2011 4:02 AM

Terlibat Balapan Liar, 311 Remaja Aceh Diadili

BANDA ACEH - Sebanyak 311 remaja diadili di Pengadilan Negeri Banda Aceh karena terlibat balapan liar yang meresahkan masyarakat. Perbuatan mereka dinyatakan melanggar UU Lalu Lintas.

Sidang dipimpin hakim tunggal, Makaroda Hafat dan seorang Jaksa Penuntut Umum, pada Selasa (21/9/2011), ikut menghadirkan sejumlah orangtua para terdakwa karena sebagian besar di antara mereka masih di bawah umur. Mereka yang diadili adalah warga Aceh berusia dari 12 hingga 21 tahun.

Dalam putusan, Makaroda menyatakan perbuatan semua terdakwa melanggar pasal 297 UU Nomor 22/2009 tentang balapan liar. Mereka diwajibkan membayar denda masing-masing Rp300 ribu sampai Rp350 ribu dan menandatangani surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatan serupa.

Dalam pasal tersebut terdakwa diwajibkan membayar denda maksimum Rp3 juta atau kurungan penjara selama setahun, namun hakim berpendapat bahwa denda yang ditetapkannya untuk pembinaan.

Saat sidang para terdakwa dipanggil satu-satu ke kursi pesakitan kemudian diinterogasi oleh hakim. Terdakwa yang di bawah umur di dampingi oleh orangtuanya dalam memberi keterangan.

Uniknya, beberapa di antara mereka mengenakan seragam sekolah saat mengeikuti sidang. Bahkan beberapa di antaranya adalah perempuan. Sebagian di antara mereka juga belum mengantongi Surat Izin Pengemudi dan sepeda motor yang digunakan juga tidak sesuai standar berlalu lintas.

Meski beberapa di antara terdakwa hanya berperan sebagai penonton dalam aksi balapan liar, dalam sidang yangberlangsung sejak pagi tadi, semua terdakwa mengakui terlibat balapan liar sebagaimana didakwa.

Sebanyak 311 dinyatakan telah melakukan balapan liar di jalan menuju pelabuhan Ulee Lheu, Banda Aceh pada 21 Agustus 2011. Aksi mereka yang cukup meresahkan masyarakat akhirnya dihentikan tim gabungan teridir dari Polisi, TNI, Satpol PP dan Muspika.

Tim menyita tiga ratusan sepeda motor plus surat-suratnya dan menahannya di Mapolresta Banda Aceh sebagai barang bukti.

Kecelakaan lalu lintas diakui sebagai pembunuh ke dua di Indonesia saat ini, setelah penyakit TB. Polda Aceh sendiri tahun lalu menyatakan sekira 800 jiwa menjadi korban kecelakaan lalu lintas tiap tahun di Provinsi tersebut.

Makorada berharap sidang ini menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak melakukan balapan liar yang sangat berbahaya bagi diri pengendara sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Dia meminta agar para orangtua dapat mengawasi anak-anaknya yang masih di bawah umur agar tidak berkendaraan sendiri, karena menyalahi UU dan membahayakan dirinya serta pengguna jalan.


View the original article here

Toshiba DX735 All-in-one Desktop PC Spesifikasi Harga Terbaru

Spesifikasi dan Harga Toshiba DX735 All-in-one Desktop PC Terbaru: Toshiba segera meluncurkan DX735 all-in-one PC Desktop di pasar Amerika. Toshiba DX735 Desktop PC datang dengan layar 23-inch full HD touchscreen, berjalan pada prosesor Intel core seri generasi kedua, dan didukung Sistem operasi Windows 7 Home Premium Asli.

Spesifikasi Toshiba DX735 All-in-one Desktop PC termasuk prosesor Intel

Kepsek SMA 6 Siap Dicopot

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By hkurniawan, okezone.com, Updated: 9/21/2011 5:32 AM

Kepsek SMA 6 Siap Dicopot

JAKARTA - Kepala Sekolah SMA 6 Jakarta, Kadarwati Mardiutama mengaku siap dicopot dari posisinya jika tebukti bersalah dalam insiden bentrok antara pelajar dengan wartawan pada Senin 19 September lalu.

"Saya seorang guru kimia mendapat tugas tambahan untuk menjadi kepsek. Saya 28 tahun mengabdi di dunia pendidikan sesuai dengan sumpah jabatan seorang guru, bahwa saya bersedia ditempatkan di seluruh NKRI," ujar Kadarwati dalam jumpa pers di SMA 6, Jalan Mahakam, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2011).

Meski demikian, Kadarwati berkomitmen untuk menuntaskan konflik yang terjadi sekaligus menyelamatkan generasi muda didikannya tersebut.

"Kalau mengenai jabatan, saya sesuai dengan sumpah terserah pada atasan yang mengangkat saya yaitu Bapak Mendiknas. Kita punya tata tertib sekolah sesuai dengan bimbingan konseling bahwa anak itu diperingatkan ada SP1 warning, SP2 pembinaan dan kalau tidak ada perubahan maka akan kita pulangkan ke orangtuanya," jelasnya.

Seperti diberitakan, bentrok fisik antara wartawan dengan ratusan siswa SMA 6 terjadi pada Senin 19 September lalu. Kontak fisik terjadi saat puluhan wartawan meminta pertanggungjawaban pihak sekolah atas pengeroyokan yang dilakukan siswa terhadap seorang jurnalis Trans7, yang melakukan tugas peliputan saat aksi tawuran antara siswa SMA 6 dengan SMA 70.

Sedikitnya lima juru foto mengalami luka serius dan harus dirawat di rumah sakit. Kasus ini ditangani Polres Metro Jakarta Selatan. (put)


View the original article here

Polisi Sudah Kantongi Identitas Perusak Patung Wayang

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By carolina.christina, okezone.com, Updated: 9/21/2011 5:11 AM

Polisi Sudah Kantongi Identitas Perusak Patung Wayang

PURWAKARTA - Penyidik Polres Purwakarta mengklaim telah kantongi identitas calon tersangka kasus perusakan patung yang terjadi beberapa hari lalu.

Sejauh ini polisi sudah memeriksa sekitar 25 saksi, yang dimungkinkan keterangannya menguatkan bukti terhadap calon tersangka yang dibidik.

Kapolres Purwakarta AKBP Bahtiar Ujang Purnama mengatakan, penyidiknya mulai memintai keterangan saksi-saksi yang terdiri dari masyarakat, petugas, serta saksi lainnya. Dimana keterangannya dibutuhkan untuk mengidentifikasi serta mencocokan terhadap identias calon tersangka.

"Meskipun kita sudah mengantongi identitas calon tersangka, namun, kita tetap berpijak pada asas praduga tak bersalah, dan dalam proses hukum yang berlangsung polisi bertindak secara profesional dan proporsional,"ungkap Bahtiar, Rabu (21/9/2011).

Jajarannya pun, lanjut dia, akan berkeja maksimal agar pemeriksaan saksi-saksi ini dapat berjalan cepat dan lancar. Sedangkan, dalam rangka lebih menciptakan kedamaian di wilayah hukumnya, polres bakal segera melakukan mediasi antara kelompok yang pro dan kontra dengan persoalan yang sedang berkembang.


View the original article here

Otak Penusukan 5 Pemuda di Kendal Menyerahkan Diri

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By m.syaifullah, okezone.com, Updated: 9/21/2011 2:34 AM

Otak Penusukan 5 Pemuda di Kendal Menyerahkan Diri

KENDAL - Setelah buron selama hampir 11 hari, Feri Efendi (21), pelaku utama penusukan lima pemuda Desa Ringinarum, Kendal, Jawa Tengah, akhirnya menyerahkan diri ke polisi di Jakarta.

Sampai saat ini polisi masih memburu tersangka lainnya yang ikut dalam aksi penusukan yang memicu tawuran antara Desa Ringinarum dan Desa Ngrejo.

Berdasarkan pengakuan tersangka, penusukan dilakukan karena temannya dikeroyok pemuda Desa Ringinarum, setelah sebelumnya dituduh menginjak-injak tembakau yang sedang dijemur.

Feri sendiri bersama teman-temannya datang ke wilayah Desa Ringinarum untuk mencari pemuda yang memukul adiknya beberapa waktu lalu. "Usai melakukan penusukan, saya kabur ke Semarang dan membuang pisau lipat di daerah Gombel," ujarnya di Kendal, Rabu (21/9/2011).

Dalam pelariannya, Feri sempat mengamen di wilayah Salatiga selama dua hari. Karena mendengar korban penusukan meninggal dunia, dia lantas menggadaikan sepeda motornya untuk ongkos kabur lebih jauh. Feri sempat kabur ke Solo, kemudian pergi ke Jakarta.

Kapolres Kendal AKBP Agus Suryo mengatakan, motif penusukan adalah aksi balas dendam setelah adik Feri dipukul pemuda Desa Ringinarum. Saat mencari pelaku pemukulan adiknya, Feri terpancing emosi lantaran pemuda Desa Ringinarum menuduhnya menginjak tembakau yang sedang dijemur.

Saat ini Feri ditahan di Mapolres Kendal. Dia terancam jerat pasal 338 subsider 351 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 12 tahun penjara.

Aksi penusukan yang dilakukan Feri dan teman-temannya terjadi Sabtu 10 September 2011 lalu. Akibatnya tiga pemuda Desa Ringinarum tewas dan dua lainnya kritis. Peristiwa ini sempat memicu tawuran antar kampung.

Untuk meredakan emosi massa, ratusan personel polisi, TNI, dan Satpol PP harus bekerja ekstra keras. Bahkan Kapolres Kendal AKBP Agus Suryo Nugroho dan Bupati Kendal Widya Kandi Susanti terpaksa turun gunung untuk menenangkan warga dua desa di atas.


View the original article here

Beredar Kabar DPR Sudah Tetapkan 4 Pimpinan KPK Terpilih

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By carolina.christina, okezone.com, Updated: 9/21/2011 3:43 AM

Beredar Kabar DPR Sudah Tetapkan 4 Pimpinan KPK Terpilih

JAKARTA - Komisi Hukum DPR dikabarkan telah menetapkan empat pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meski uji kepatutan dan kelayakan baru dilakukan pertengahan Oktober mendatang.

Kabar ini beredar melalui surat elektronik yang diterima wartawan. Amin yang mengaku staf DPR, menyebut Komisi Hukum telah mengkondisikan pemilihan empat pimpinan KPK yang baru.

"Komisi Hukum sudah memilih paket 4 nama sebelum proses fit and propert test dilakukan. Jadi pelaksanaannya nanti hanya sandiwara atau formalitas saja," kata Amin dalam surat elektronik yang diterima, Selasa (20/9/2011) malam.

Menurut dia, pemilihan pimpinan KPK bergantung dengan pertimbangan politis. "Mereka dipilih karena dinilai dapat dikendalikan dan dinilai aman untuk kepentingan politisi dan karena adanya pesanan pihak sponsor maupun koruptor," sambungnya.

Empat nama yang terpilih adalah Aryanto Sutadi (BPN/Polisi), Zulkarnain (Jaksa), Abraham Samad (Advokat) dan Abdullah Hehamahua (KPK). Sementara Bambang Widjojanto, Yunus Husein, Adnan Pandu Praja dan Handoyo Sudrajat tidak menjadi pilihan mayoritas fraksi DPR. "Karena mereka ancaman bagi DPR, kader, maupun pihak sponsor apalagi menjelang pemilu 2014," kata Amin melanjutkan.

Masih menurut pengakuan Amin, KPK diminta memberi perhatian khusus terhadap sejumlah anggota Komisi Hukum DPR di antaranya Aziz Syamsuddin (Golkar), Nudirman Munir (Golkar),Bambang Soesatyo (Golkar), Fachri Hamzah (PKS) Ahmad Yani (PPP), Suding (Hanura), Herman Hery (PDIP) termasuk Benny K Harman (Demokrat).

"Saya hanya seorang staf di DPR yang sudah muak dengan kelakukan politisi yang sudah busuk dan korup. Demi Negara Kesatuan Republik Indonesia, hanya informasi ini yang bisa saya sampaikan kepada KPK," ujar Amin menutup ceritanya. (crl)


View the original article here

KPK: Pemanggilan 4 Pimpinan Banggar Biasa Saja

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By m.syaifullah, okezone.com, Updated: 9/21/2011 3:35 AM

KPK: Pemanggilan 4 Pimpinan Banggar Biasa Saja

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah dikatakan memiliki maksud tertentu terkait pemanggilan anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR secara bersamaan.

"Sama sekali tidak punya arti dan maksud lain," ujar Ketua KPK Busyro Muqoddas di Gedung DPR Jakarta, Rabu (21/9/2011).

Menurut Busyro, pemanggilan ke-empatnya secara bersamaan bukan mengindikasikan ada sesuatu yang luar biasa terjadi di Banggar, melainkan lebih kepada teknis penyelidikan.

Busyro menambahkan, pemanggilan kepada empat anggota Banggar guna mengetahui manajemen di Banggar. Selain itu juga untuk mengkonfirmasi pernyataan tersangka kasus suap Kemenakertrans, Dharnawati terkait adanya praktik mafia anggaran di Banggar.

"Bukan karena Banggar bermasalah. Kami ingin mengkonfirmasi statement dari tersangka Dharnawati itu, supaya tidak berhenti pada pernyataan seseorang sehingga merugikan pihak lain, pihak lain musti kami periksa juga," tutur Busyro.

Kemarin, KPK telah memeriksa anggota Banggar yakni Olly Dondokambey (Wakil Ketua Banggar), Mirwan Amir (Wakil Ketua Banggar), Melchias Marcus Mekeng (Ketua Banggar), dan Tamsil Linrung (Wakil Ketua Banggar). Menyikapi hal ini, pimpinan DPR merasa keberatan.


View the original article here

Selasa, 27 September 2011

Gerindra & Hanura Tegaskan Dukung Bambang Widjojanto

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By dede.suryana, okezone.com, Updated: 9/21/2011 1:46 AM

Gerindra & Hanura Tegaskan Dukung Bambang Widjojanto

JAKARTA - Fraksi Partai Gerindra dan Hanura menegaskan dukungannya terhadap calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto.

Penegasan ini sekaligus bantahan atas beredarnya kabar sudah dipilihnya empat pimpinan KPK periode 2011-2015.

"Kalau saya pendukung Bambang, kalau itu ada yang sebut menghindari, ya salah. Fraksi saya mendukung Bambang, kita lihat pasti dia terpilih," kata anggota Komisi Hukum DPR dari Fraksi Gerindra Desmond J Mahesa di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/9/2011).

Menurut Desmond, belum ada pembicaraan lintas fraksi mengenai delapan calon yang akan diuji bulan Oktober mendatang. "Kecuali kalau kami tidak dilibatkan, kita fix dukung Bambang," tegasnya.

Senada dengan Bambang, anggota Komisi Hukum dari Fraksi Hanura Syarifuddin Suding juga menegaskan dukungan terhadap Bambang yang pernah mengikuti seleksi pimpinan KPK pengganti di DPR. Dia pun membantah telah ada kesepakatan memilih empat calon. Menurutnya keputusan fraksi akan ditentukan usai fit and proper test.

"Secara pribadi sosok Bambang tidak perlu lagi diragukan independensi, keberanian dan memiliki integritas. Sepengetahuan kita sosok Bambang yang bisa diharapkan mampu melakukan langkah-langkah pemberantasan korupsi. Bambang sangat layak," tegas Suding.

Dalam surat elektronik yang diterima wartawan, Amin yang mengaku staf DPR menyebut Komisi Hukum telah menetapkan pilihannya meski uji kepatutan dan kelayakan digelar bulan Oktober.

Empat nama yang terpilih adalah Aryanto Sutadi (BPN/Polisi), Zulkarnain (Jaksa), Abraham Samad (Advokat) dan Abdullah Hehamahua (KPK). Sementara dua calon yang dijagokan yakni Yunus Hussein dan Bambang Widjojanto dalam surat itu disebut tidak terpilih, karena dianggap bisa menjadi ancaman bagi DPR.


View the original article here

7 Siswa SMA 6 Divisum di RS Pusat Pertamina

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By m.syaifullah, okezone.com, Updated: 9/21/2011 3:59 AM

7 Siswa SMA 6 Divisum di RS Pusat Pertamina

JAKARTA - Menginjak hari ke-3 paska pecahnya keributan antara wartawan dengan siswa SMA 6, hari ini tujuh siswa yang mengaku korban keributan menjalani visum di Rumah Sakit Pusat Pertamina.

"Yang di rumah sakit ada tujuh, dari pelajar," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Imam Sugianto di SMA 6 Jakarta, Jalan Mahakam, Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2011).

Tadi pagi, lanjutnya, sudah satu yang menjalani visum. Sementara enam orang lagi akan menyusul.

Pantauan okezone, polisi masih berjaga-jaga di sekitar SMA 6 Jakarta. Pihak kepolisan ada yang mengenakan pakaian dinas dan ada pula yang mengenakan pakaian preman.

Pada Jumat 16 September lalu, salah seorang wartawan dari Trans7 dirampas kasetnya saat meliput aksi tawuran antara SMA 6 dengan SMA 70. Ia juga di pukuli oleh puluhan siswa SMA 6.

Peristiwa ini lantas direspons para jurnalis dengan menggelar aksi damai di depan SMA 6 yang bertujuan mendesak pihak sekolah agar menindak anak didiknya yang melakukan penggeroyokan. Namun aksi damai ini berujung kericuhan.

Para siswa SMA 6 secara membabi buta menyerang para wartawan. Akibatnya terjadi bentrok dan lima wartawan mengalami luka serius dan harus dirawat di rumah sakit. Sejumlah peralatan liputan juga dirusak.


View the original article here

Membaca Revolusi Mesir

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By budi, okezone.com, Updated: 9/21/2011 11:06 AM

Membaca Revolusi Mesir

Judul : Revolusi Mesir Revolusi Rakyat

Penulis : David Akhmad Ricardo

Penerbit : Arus Timur, Makassar

Tahun : I, April 2011

Tebal : 152 halaman

Manusia yang mempunyai kekuasaan cenderung menyalahgunakannya, apalagi kalau kekuasaan itu absolut. Apa yang terjadi di Mesir, kepemimpinan Presiden Muhamed Hosni Said Mubarok, menjadi bukti rezim diktator, otoriter, antidemokrasi dan harmoni kepentingan status quo. Mubarok menjabat presiden Mesir selama lima periode, sejak 14 Oktober 1981 setelah pembunuhan Presiden Mohammed Anwar el-Sadat, hingga 11 Februari 2011.

Kekuasaan di Mesir diatur dengan sistem semipresidensial multipartai. Secara teoritis, kekuasaan eksekutif dibagi antara presiden dan perdana menteri, namun yang terjadi kekuasaan terpusat pada presiden. Mesir yang mulanya mengadakan pemilu presiden dengan sistem parlemen multipartai, pada tahun 2005 Mubarok mengubahnya dengan sistem multikandidat. Lagi-lagi aturan ini dibatasi oleh Mubarok, sehingga beberapa nama seperti Ayman Nour tak bisa bersaing dalam pemilihan dan akhirnya Mubarok kembali menjadi presiden kelima kalinya.

Dalam waktu yang cepat dan tepat, buku ini hadir untuk memicu keingintahuan publik akan perjalanan revolusi Mesir, sebuah revolusi terbesar sepanjang abad ini. Sungguh mengejutkan, pergolakan itu terjadi secara tiba-tiba, cepat dan diluar dugaan. Jutaan rakyat Mesir yang selama ini tertindas dan hidup dalam garis kemiskinan, bangkit dengan kemarahan untuk satu tujuan: Husni Mobarok dan rezimnya harus tumbang. Luar biasa, hal itu terbukti.

David Ahmad Ricardo dengan detail mengurai akan detik-detik kronologis menjelang runtuhnya rezim Mubarok yang telah berkuasa selama 30 puluh tahun. Hanya dalam 18 hari, sejak 25 Januari sampai 12 Februari rakyat turun jalan menggelar demonstrasi. Membludaknya para demonstran massa di Tahrir Square, memperlihatkan akan kejenuhan rakyat yang menginginkan pemimpin baru. Apalogi Mubarok yang ingin menggelar pemilu presiden pada September 2011 dengan janji akan mengubah konstitusi, terabaikan oleh keinginan kuat demonstran agar mundur secepatnya. Puncaknya, wakil Presiden Omar Suleiman mengumumkan mundurnya Mubarok melalui televisi nasional Mesir dan menyerahkan kekuasaannya pada militer.

Menariknya, buku ini berhasil melacak kepergian Mubarok pascamundurnya dari kursi presiden. Mubarok terdeteksi mengantongi banyak uang negara dari hasil korupsinya. Kekayaan Mubarok tidak hanya USD40 miliar tapi mencapai USD70 miliar. Aset kekayaan Mubarok tersebar di London, Singapura dan Dubai. Ia juga memiliki harta di Amerika Serikat dan Swiss.

Buku ini secara gamblang membaca perjalanan revolusi Mesir dengan kesimpulan bahwa pergolakan politik Mesir adalah akumulasi dari kekecewaan rakyat yang selama puluhan tahun dicekoki, dikekang dan dikerangkeng dalam rezim digdaya. Akumulasi kekecewaan itu adalah paralel dari krisis politik di Tunisia sehingga rakyat Mesir menemukan momentum untuk menggulingkan Mubarok.

Wildani Hefni, Pengelola Rumah Baca PesMa Darun Najah IAIN Walisongo Semarang


View the original article here

3 Mayat Tergeletak di Mobil Terrano di Gunung Sahari

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By ardi.januar, okezone.com, Updated: 9/21/2011 2:41 AM

3 Mayat Tergeletak di Mobil Terrano di Gunung Sahari

JAKARTA _ Tiga mayat ditemukan di dalam mobil Nissan Terrano warna hitam di Hotel Fashion, Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

Kapolsek Sawah Besar Kompol Sitinjak membenarkan hal tersebut. Menurut dia, inisial ketiga jenazah tersebut adalah AA (40), AR (20), dan SH (20). Polisi juga menemukan seorang korban lagi, MA, yang saat ini masih kritis.

"Jadi ada tiga yang tewas. Dua orang pria dan satu wanita," kata Sitinjak saat dihubungi wartawan, Rabu (21/9/2011).

Menurut Sitinjak, korban tewas ditemukan oleh seorang staf hotel. "Mereka masuk hotel pukul 05.00 WIB pagi dan ditemukan oleh petugas sekira pukul 10.00 WIB dalam mulut berbusa," tambahnya.

Kapolsek enggan menjelaskan lebih jauh perihal penemuan mayat ini. Dia berkilah, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Nanti, sementara informasi yang kita dapat hanya ini," tandasnya.

Sampai saat ini, tiga jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk diautopsi. Sedangkan MA masih dirawat di Rumah Sakit Husada, Jakarta.


View the original article here

Kapal Karam di Bali, Tim SAR Temukan 11 Korban Tewas

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By anton, okezone.com, Updated: 9/21/2011 10:36 AM

Kapal Karam di Bali, Tim SAR Temukan 11 Korban Tewas

DENPASAR - Jumlah korban tewas akibat tenggelamnya Kapal Motor Sri Murah Rezeki di perairan Desa Jungut Batu, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, menjadi 11 orang.

Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Polisi Perairan Polda Bali AKBP Handoyo mengatakan jumlah penumpang termasuk anak buah kapal ternyata ada 36 orang. Berdasarkan pencarian terbaru, 11 orang ditemukan tewas. Korban ditemukan di sekitar lokasi. Selain itu 11 ditemukan selamat dan 14 masih dinyatakan hilang.

Seluruh korban baik tewas dan selamat, kata Handoyo, saat ini masaih berada di Puskesmas Nusa Lembongan.

Berdasarkan pemeriksaan awal, diduga kecelakaan disebabkan kapal mengangkut penumpang melebihi kapasitas. KM Sri Murah Rezeki biasa digunakan warga untuk penyeberangan antar-pulau.


View the original article here

Senin, 26 September 2011

KPK: Kasus Nazar di Luar Kemenpora Masuk Waiting List

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By m.syaifullah, okezone.com, Updated: 9/21/2011 12:35 PM

KPK: Kasus Nazar di Luar Kemenpora Masuk Waiting List

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku akan mengusut keterlibatan perusahaan milik Muhammad Nazaruddin pada kasus korupsi di sejumlah kementerian negara.

"Pokoknya prinsip kami sederhana sekali, sepanjang investigasi proaktif ada kementerian lain, itu waiting list saja," ujar Ketua KPK, Busyro Muqoddas di Gedung KPK Jakarta, Rabu (21/9/2011).

Namun, saat ditanya rekan-rekan wartawan kementrian apa yang berikutnya akan diusut oleh KPK, Busyro enggan menyebutkan.

"Nanti kalau kami beri tahu sekarang, lari mereka. Nanti pada saatnya (akan diberitahu)," tutur mantan Ketua Komisi Yudisial ini.

Sebelumnya, Busyro mengatakan Nazaruddin diduga terlibat dalam kasus korupsi di dua kementerian yang masih dalam tahap penyelidikan. Nilai total proyek di dua kementrian itu mencapai Rp2,6 triliun.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, selain kasus dugaan korupsi proyek wisma atlet SEA Games, Nazaruddin juga diduga terlibat 31 kasus di lima kementerian yang masih dalam tahap pengumpulan bahan keterangan. Nilai total proyek-proyek yang tengah ditangani KPK tersebut mencapai Rp6 triliun lebih.


View the original article here

Pencarian Korban KM Sri Murah Rejeki Dihentikan

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By m.syaifullah, okezone.com, Updated: 9/21/2011 6:52 AM

Pencarian Korban KM Sri Murah Rejeki Dihentikan

DENPASAR - Tim SAR Gabungan akhirnya menghentikan upaya pencarian korban tenggelam Kapal Motor Sri Murah Rezeki di Perairan Nusa Lembongan, Kabupaten Klungkung, Bali.

Tepat pukul 18.00 Wita, Tim SAR menghentikan pencarian 14 korban penumpang kapal yang hingga kini belum juga ditemukan. "Terlebih hari sudah mulai gelap, ya kami putuskan untuk menghentikan sementara pencarian," kata Kepala Seksi Operasional SAR Denpasar, I Ketut Gde Ardana, dihubungi okezone, Selasa (21/09/2011).

Pada pencarian hari pertama ini, selain menyelamatkan 11 penumpang, petugas berhasil mengevakuasi 11 korban yang ditemukan tewas di sekitar lokasi di Jukut Batu, Nusa Lembongan.

Pencarian hari ini semua unsur dikerahkan mulai dari udara, laut dan darat menyisir sekitar lokasi kejadian. Ardana menyebutkan, unsur Basarnas sendiri menerjunkan 1 Helikopter, Rescue Boat 202 dan Sea Reader.

Kekuatan itu ditambah dengan KRI dan Patroli Keamanan Laut (Kamla) TNI AL. Demikian juga Administratur Pelabuhan Benoa menerjunkan Kepal Negara (KN) 326.

Tidak hanya itu, sambung Ardana, sebanyak empat unit Yacht kapal pesiar juga dikerahkan guna membantu pencarian 14 korban yang berasal dari Banjar Sebunibus, Nusa Penida. "Penyisiran hari ini dilakukan di sepanjang pantai hingga perbatasan Nusa Penida dan Klungkung," imbuhnya.

Dia menambahkan, selain unsur SAR, sebanyak 30 nelayan sekitar juga ikut membantu pencarian korban. Hanya saja sampai petang ini, 14 korban yang hilang belum juga ditemuka. "Malam ini kami masih menyusun rencana operasi pencarian untuk besok," tutupnya.

Seperti diketahui, sekira pukul 02.40 Wita, KM Sri Murah Rezeki yang mengangkut 36 penumpang dan ABK dihantam ombak besar setinggi sekira 3 meter sehingga terbalik dan tenggelam. Dalam kejadian itu, 11 orang ditemukan selamat, 11 orang tewas dan 14 orang lainnya masih dalam pencarian.


View the original article here

Selain Menjulur 10 Cm, Lidah Fakhri Juga Bengkak

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By anton, okezone.com, Updated: 9/21/2011 2:06 AM

Selain Menjulur 10 Cm, Lidah Fakhri Juga Bengkak

PADANG - Orangtua Fakhri Taufik Ar Rahman, bayi berusia 17 hari yang menderita kelainan pada lidah, sudah menggunakan pengobatan alternatif untuk menyembuhkan anaknya. Langkah ini dilakukan orangtua karena mereka tidak memiliki biaya untuk merawat anaknya di rumah sakit.

Anton (29), ayah Fakhri, mengatakan anaknya sempat dibawa ke Orang Pintar di Bayang Pesisir Selatan, pekan lalu. Namun upaya pengobatan alternatif tidak membawa perubahan. Orang Pintar itu malah menyarankannya untuk membawa Fakhri ke dokter.

"Dukun sudah menyerah untuk mengobati anak saya. Dia malah menyarankan untuk berobat ke dokter," ungkap Anton ditemui okezone di kediamannya, di RT 03/10, Gang Loko, Kelurahan Pampangan, Kecamatan Lubukbegalung, Padang, Sumatera Barat, Rabu (21/9/2011).

Sementara itu ibu Fakhri, Sartika (23), menjelaskan anaknya lahir secara normal dengan panjang 52 sentimeter dan berat 44 gram pada Senin 5 September lalu. Saat lahir lidahnya sudah menjulur sekira 10 sentimeter.

Mengetahui ada yang tidak beres dengan lidah anaknya, dia dan suaminya sempat berkonsultasi dengan dokter di RSUP M Djamil Padang.

Saat itu, dokter menjelaskan bahwa kondisi Fakhri masih normal. "Saat dibawa ke sana perawat hanya memberikan susu bantu. Kalau kata dokter seperti itu lebih baik kami bawa pulang saja," kata Sartika sambil menggendong anaknya di ruang tidur.

Namun, lidah anaknya tidak kunjung sembuh. Bahkan semakin membengkak dan mengeluarkan lendir berwarna kuning.

Setelah ada bantuan dari warga dan pihak kelurahan, hari ini Sartika kembali membawa anaknya berobat ke RSUP M Djamil.


View the original article here

Siswa SMA 6 Siap Diperiksa Asal Tak Ada Wartawan

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By ardi.januar, okezone.com, Updated: 9/21/2011 12:49 PM

Siswa SMA 6 Siap Diperiksa Asal Tak Ada Wartawan

JAKARTA _ Sebanyak 11 siswa SMA 6 Jakarta hari ini direncanakan menjalani pemeriksaan di Mapolres Jakarta Selatan. Anehnya, pihak sekolah punya permintaan khusus kepada polisi. Apakah itu?

"Mereka siap diperiksa asal tak ada wartawan di sini. Itu permintaan dari mereka," kata Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Aswin Sipayung, kepada wartawan, Rabu (21/9/2011).

Sejumlah wartawan yang mendengarkan pernyataan tersebut mengaku heran. Bagaimana mungkin kasus yang sudah menjadi konsumsi publik tidak diperbolehkan untuk diliput wartawan. "Kok kita enggak boleh meliput?" ucap seorang wartawan yang mengaku heran.

Sebagaimana diketahui, Penyidik Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan, hari ini dipastikan akan melakukan pemeriksaan terhadap siswa SMA 6 sebagai saksi.

"Hari ini ada rencana pemeriksaan terhadap siswa SMA 6 sebanayak 11 orang, mereka dipanggil menjadi saksi," kata Kasubag Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Aswin Sipayung, di Mapolres Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2011).

Namun, tambahnya, status saksi dan jumlahnya bisa saja berkembang sesuai hasil pemeriksaan penyidik. Pemeriksaan ini akan dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polres Jakarta Selatan AKBP Budi Irawan.

Saat ini, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Imam Sugianto masih berada di SMA 6 untuk melakukan koordinasi dengan pihak sekolah.


View the original article here

Demokrat Tidak Mau Kultuskan Nama SBY

okezone.com (Copyright (c) okezone.com 2011, All Rights Reserved)

By carolina.christina, okezone.com, Updated: 9/21/2011 11:55 AM

Demokrat Tidak Mau Kultuskan Nama SBY

JAKARTA- Partai Demokrat menilai sah saja jika ada yang mengusulkan Stadion Jakabaring, Palembang berganti nama menjadi Gelora SBY. Namun Partai Demokrat juga tidak mau mengkultuskan nama seseorang.

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok menegaskan Partainya sama sekali tidak mengusulkan Stadion Jakabaring berganti nama menjadi Gelora SBY.

"Itu wajar saja kalau ada yang mengusulkan, tapi itu bukan usulan Demokrat," ujarnya saat berbincang dengan okezone, Rabu (21/9/2011).

Dia mengakui baru mendengar kabar tersebut dari pemberitaan di media massa. Dia juga belum tahu apa alasan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumatera Selatan mengusulkan pergantian nama Stadion Jakabaring. Kata dia pergantian nama tentunya harus didasari alasan yang jelas.

"Kalau dibangun atas nama siapa itu wajar, seperti senayan juga namanya Gelora Bung Karno tapi alasannya apa," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan (Pedoman) Fadjroel Rachman menilai Nama SBY tidak perlu diabadikan dengan mengubah stadion Jakabaring di Palembang menjadi Stadion Gelora SBY.

Sebab, pada umumnya nama seseorang baru diabadikan setelah yang bersangkutan meninggal dunia dengan jasa-jasa sudah pasti tak akan berkurang lagi.

"Karena Pak SBY masih hidup tidak usahlah. Karena belum tentu prestasinya baik terus, kalau memburuk atau digulingkan tiba-tiba di tengah jalan kan repot," ungkapnya.

Mubarok mengatakan hal itu menjadi alasannya Partai Demokrat tidak bernai mengusulkan nama SBY yang juga Dewan Pembina Partai Demokrat diabadikan menjadi nama Stadion. "Oleh karena itu kita tidak mengusulkan, Demokrat juga tidak mau mengkultuskan seseorang," pungkasnya.


View the original article here