
JAKARTA - Beredarnya video kesaksian tahanan di Rutan Salemba, Jakarta mengenai adanya sistem setor uang untuk mendapatkan fasilitas tertentu, menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap Rutan dan Lapas.
Partai Demokrat meminta jajaran Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM melakukan penelusuran untuk mengetahui kebenaran atas kesaksian tahanan di Rutan Salemba tersebut.
"Tentu kalau informasi ini benar, Kemenkum HAM harus segera mengadakan evaluasi terhadap Rutan Salemba," ujar Ketua DPP Bidang Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin kepada okezone, Selasa (15/11/2011).
Didi berharap Dirjen PAS bertindak tegas bila didapati petugas Rutan dan Lapas menerima setoran untuk mendapat fasilitas yang diinginkan tahanan. "Apabila ada oknum sipir yang menyalahgunakan jabatan tentu harus ditindak tegas," tegas dia.
Seperti diketahui beredar video kesaksian dari tahanan di Rutan Salemba, Jakarta yang menyebut adanya perlakuan berbeda antara tahanan berduit dan tidak. Perlakuan berbeda itu diberikan dalam menu makanan, pemilihan sel dan ruangan khusus untuk bercinta yang harga sewanya mencapai Rp500 ribu.
"Ke depan tidak boleh lagi ada diskriminasi dan juga perlakuan istimewa oleh oknum sipir terhadap penghuni LP tertentu," kata Didi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar