
JAKARTA _ SR mantan tahanan di Rutan Salemba yang mengirimkan sebuah video berdurasi 20 menit kepada okezone dimana menggambarkan kebobrokan Rutan Salemba mengaku tidak takut dengan ancaman yang akan menimpa dirinya ke depan.
"Saya tidak pernah takut. Saya cuma takut dengan Tuhan. Apapun yang terjadi dengan saya dan keluarga saya 24 jam siap," ujar SR dalam perbincangannya kepada okezone, Selasa (15/11/2011).
Kata dia, apa yang dilakukannya dalam dengan membuka kebobrokan Rutan Salemba dalam rangka perbaikan untuk ke depan. Dia mengaku miris melihat kondisi rutan sejak dulu hingga hari ini belum berubah.
"Agar masyarakat tahu bahwa Rutan Salemba dari dulu sampai saat ini masih berkondisi sama, tidak ada perubahan," tuturnya.
Dia mencontohkan bobroknya Rutan Salemba dari segi moral, hukum dan hak asasi manusia. Dari segi pelayanan, sambungnya, adanya perbedaan mecolok antara blok kaya dan miskin. Begitu juga jenis makanan yang disediakan pihak rutan bagi tahanan miskin sangat tidak manusiawi.
"Pelanggaran HAM contohnya antara blok kaya dan miskin beda, dari makan tidak manusiawi," katanya.
Tak hanya itu kedisiplinan di Rutan Salemba juga lemah. Maraknya prostitusi dan narkoba juga menjadi masalah di rutan tersebut. Dia menceritakan hampir seluruh blok melakukan perjudian dan tidak ada pihak rutan yang melarang.
"Berjudi rata-rata hampir semua blok berjudi. Prostitusi pakai WC di lantai dua. WC umum berubah fungsi. Hanya di Rutan Salemba saja WC termahal. Dengan tarif 50 ribu per 20 menit. Di lantai dua ruangan Kasubdit Bimbingan Kerja dan stafnya juga ruang staf lain disewakan dengan tarif Rp500ribu per setengah jam. Rp1 juta satu jam," cerita dia. (sus)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar